Manado (Kemenag Sulut) – Suasana Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (25/9) pagi terasa…" />
Santri Sulut Siap Berlaga di MQK Internasional

Kamis, 25 September. 161 x dibaca

Manado (Kemenag Sulut) – Suasana Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (25/9) pagi terasa hangat dan penuh harapan. Di hadapan para pimpinan pesantren, pejabat Kemenag dan ASN jajajran Pendis, Kepala Kanwil Kemenag Sulut dengan penuh kebanggaan melepas 11 santri terbaik yang akan mewakili Bumi Nyiur Melambai pada ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) di Wajo, Sulawesi Selatan, 1–7 Oktober 2025 mendatang.

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan pesan motivasi yang menyejukkan hati. Ia mengingatkan bahwa keikutsertaan dalam MQK bukan semata soal meraih juara, tetapi juga tentang membawa nama baik daerah dan meneguhkan semangat keilmuan Islam di kancah nasional maupun internasional.

“Selamat bertanding anak-anakku. Tunjukkan kemampuan terbaikmu meski dengan segala keterbatasan. Kalian adalah duta Sulawesi Utara yang membawa harapan banyak orang. Jadikan ajang ini sebagai ladang ibadah sekaligus bukti bahwa pesantren di Sulut mampu bersaing di level internasional,” ucap Kakanwil penuh semangat.

Laporan Kabid Pendidikan Islam (Pendis), H. Ahmad Sholeh, menambah rasa optimisme. Ia menyebutkan bahwa 11 santri yang dilepas tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai pesantren ternama di Sulut: Pesantren Assalam Manado, Pesantren PKP Manado, dan Pesantren Arafah Bitung.

Para santri terlihat antusias, sebagian di antara mereka tampak menunduk haru ketika namanya disebut, sementara yang lain menggenggam erat kitab kuning—bekal utama dalam lomba nanti.

Kehadiran tokoh-tokoh penting semakin menguatkan momen pelepasan ini. Turut hadir Kabag TU H. Basri Saenong, Ketua FUAPP Provinsi Sulut KH. Muyassir Arif, para pimpinan pondok pesantren, serta para pembina yang selama ini mendampingi santri. Suasana menjadi saksi betapa kolaborasi dan doa dari berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri bagi para peserta.

MQK Internasional sendiri merupakan ajang bergengsi yang menguji kecakapan santri dalam membaca, memahami, dan menguraikan isi kitab turats (kitab kuning) secara mendalam. Bagi para santri, mengikuti MQK bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga jalan untuk memperkuat tradisi keilmuan Islam yang diwariskan para ulama.

Dengan wajah-wajah penuh tekad dan dengan dukungan dan doa yang dipanjatkan, para santri Sulut berangkat membawa semangat persaudaraan, cinta ilmu, dan kebanggaan daerah. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi duta pesantren yang membawa pesan bahwa cahaya ilmu dari Sulawesi Utara siap bersinar di pentas internasional. (her)

Humas

 


Baca Juga
Array