Manado (Kanwil Kemenag Sulut) --- Suasana hangat penuh semangat kebersamaan terasa di Ballroom Hotel Aston Manado pada Sabtu…" />
Konferwil PERGUNU Sulut, Momentum Menguatkan Peran Guru NU

Sabtu, 23 Agustus 2025. 137 x dibaca

Manado (Kanwil Kemenag Sulut) --- Suasana hangat penuh semangat kebersamaan terasa di Ballroom Hotel Aston Manado pada Sabtu pagi (23/8/2025). Ratusan guru, akademisi, dan tokoh pendidikan hadir dalam Konferensi Wilayah II Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (PERGUNU) Sulawesi Utara, sebuah forum yang bukan hanya menjadi ruang organisatoris, tetapi juga wadah silaturahmi dan ikhtiar bersama untuk memperkuat peran guru di tengah dinamika zaman.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulut, Lukman Lapadengan. Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan apresiasi atas kiprah PERGUNU yang selama ini turut berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat menghargai peran guru NU dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter. Kami berharap PERGUNU terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun pendidikan yang berkeadilan dan berkeadaban,” ujar Lukman.

Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua PW Nahdhatul Ulama Sulut, H. Ulyas Taha, yang menegaskan pentingnya sinergi antara guru, organisasi, dan pemerintah.

“Guru NU adalah ujung tombak pendidikan yang tidak hanya mengajar ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan kebangsaan. Konferwil ini adalah ruang untuk memperkuat komitmen kita bersama,” ujar Ulyas dalam sambutannya.

Acara tersebut juga dihadiri tokoh nasional dari Pengurus Pusat PERGUNU, yakni Sekretaris Umum Aris Adi Leksono serta Ketua Bidang Otonomi Organisasi dan Kaderisasi Heri Kuswara. Dari lingkungan akademisi, turut hadir perwakilan Rektor IAIN Manado, Prof. Edi Gunawan.

Selain jajaran pengurus NU dan PERGUNU, kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, para pimpinan madrasah dan pondok pesantren, asosiasi profesi guru, serta badan otonom NU di Sulawesi Utara.

Konferwil II PERGUNU Sulut tidak hanya membicarakan penguatan organisasi, tetapi juga menjadi forum merumuskan strategi menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan global. Para guru diajak untuk terus beradaptasi, tanpa meninggalkan jati diri kebangsaan dan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Di akhir acara, Ketua PW PERGUNU Sulut, Narto Pakaya, menegaskan komitmennya untuk menjadikan PERGUNU sebagai rumah besar bagi guru NU, tempat berjuang dan mengabdi demi kemajuan pendidikan bangsa.

“Kekuatan guru adalah pada ketulusan dan pengabdian. Melalui PERGUNU, kita satukan langkah untuk mendidik generasi dengan ilmu dan akhlak mulia,” tuturnya penuh haru.

Dengan semangat kebersamaan itu, Konferwil II PERGUNU Sulut menjadi momentum penting dalam menguatkan peran guru sebagai penjaga moral bangsa, sekaligus penggerak perubahan menuju Indonesia yang lebih maju dan berkeadaban. (her)

Humas

 

 


Baca Juga
Array