Seksi Bimas Islam Inisiasi FGD Deteksi Dini Konflik, Libatkan Penyuluh dan Media Massa

Selasa, 05 Agustus. 20 x dibaca

Minahasa – Dalam upaya memperkuat kapasitas aktor-aktor strategis dalam mencegah konflik sosial berdimensi keagamaan, Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, bertempat di Yama Hotel Resort Tondano. Selasa (5/8).

Kegiatan ini diikuti oleh organisasi keagamaan Islam, para penyuluh agama Islam, dan perwakilan media massa se-Kabupaten Minahasa, dengan tujuan membangun pola komunikasi yang responsif dan kolaboratif dalam menghadapi potensi konflik keagamaan di tengah masyarakat.

Kepala Seksi Bimas Islam, H. Abshori Abdulillah, S. Ag, dalam kapasitasnya sebagai penyelenggara dan pemateri, menyampaikan pentingnya deteksi dini sebagai langkah preventif agar konflik tidak berkembang menjadi gangguan sosial yang lebih luas.

“Deteksi dini bukan hanya tugas pemerintah, tapi butuh keterlibatan aktif penyuluh, tokoh agama, dan media dalam menjaga harmoni masyarakat,” ujarnya dalam sesi materi.

Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi dalam membangun kesadaran bersama dan meminimalkan gesekan antarumat.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, dengan peserta memberikan masukan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan strategi pencegahan konflik yang efektif di lapangan. Selain itu, sesi studi kasus dan refleksi lokal juga menjadi bagian penting dalam diskusi.

“FGD ini diharapkan menjadi awal dari terbentuknya jejaring cepat tanggap konflik sosial berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal,” tutup Kasi Bimas Islam.


Baca Juga
Array