Selasa, 10 Desember. 12 x dibaca
Manado (Kemenag) – SMA Negeri 7 Manado menjadi tuan rumah In-House Training (IHT) pada Selasa, (10/12). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU), Pdt. Raymond Pieters; Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kota Manado, H. Usran Mantow; serta Penyelenggara Bimas Katolik Kota Manado, Salvatore Ponomban.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi GTK dalam mendukung kebijakan pendidikan yang memprioritaskan kemampuan berpikir kritis serta penguatan moderasi beragama. Dalam sambutannya, H. Usran Mantow menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. “Pendidikan harus menjadi ruang untuk membangun nalar kritis sekaligus mempererat harmoni keberagaman,” ujarnya.
Pdt. Raymond Pieters menambahkan bahwa pelatihan semacam ini relevan dengan tantangan zaman yang menuntut pendidik untuk adaptif dan inovatif. “Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pengarah moral yang harus menginspirasi nilai-nilai moderasi beragama pada peserta didik,” kata Raymond. Ia mengapresiasi SMA Negeri 7 Manado sebagai pelopor kegiatan serupa di Kota Manado.
Salvatore Ponomban, Penyelenggara Bimas Katolik, menegaskan bahwa moderasi beragama adalah fondasi penting dalam menciptakan keharmonisan sosial di sekolah. “Membangun nilai-nilai kebangsaan harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan, dan kegiatan ini adalah langkah strategis,” ungkapnya. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain untuk menggelar program serupa.
Humas