Bimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi…" />
Minggu, 13 Oktober. 33 x dibaca
Bimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi penyuluh agama Katolik di Pusat Spiritualitas Gunung Karmel, Tampusu, Minahasa. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Oktober 2024, mengusung tema "Menjadi Penyuluh yang Inovatif dan Kreatif di Era Globalisasi." Acara ini bertujuan untuk membekali para penyuluh dengan keterampilan dan semangat baru dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah masyarakat yang terus berkembang.
Pada hari kedua pelatihan, Romo Marsianus CSE, yang juga pelayan di Rumah CSE Pertapaan Karmel Tampusu, memberikan materi bertema "Spiritualitas Pelayanan pada Generasi Gen-Z." Romo Marsianus menyoroti tantangan yang dihadapi orang tua dan pendidik dalam mendampingi generasi muda yang cenderung memiliki karakter dan pola pikir berbeda. Menurutnya, Gen-Z dikenal sebagai generasi yang kritis, terbiasa dengan teknologi, dan menghargai perbedaan budaya, namun juga seringkali mudah putus asa dan kurang fokus.
Romo Marsianus menekankan pentingnya membangun relasi yang kuat dengan Generasi Z melalui komunikasi yang hangat dan terbuka. Ia menggarisbawahi bahwa sikap kasih, kesediaan mendengarkan, serta pendampingan rohani yang konsisten adalah kunci untuk memahami dan membantu generasi ini. “Melayani berarti rela menjadi hamba,” ujarnya, sembari menekankan bahwa tujuan akhir spiritualitas Katolik adalah kemuliaan Tuhan yang diwujudkan dalam kasih kepada Tuhan dan sesama.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 penyuluh agama Katolik, baik ASN maupun non-ASN, dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu peserta, Telda Ticoalu, penyuluh agama Katolik dari Kota Manado, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan tugas mereka. “Sebagai penyuluh, kami dihadapkan pada tantangan untuk mendampingi kelompok binaan yang mayoritas adalah Generasi Gen-Z. Materi ini memberikan kami wawasan baru dan teknik pendekatan yang lebih efektif,” tuturnya. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat kompetensi para penyuluh tetapi juga menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman dan mempererat hubungan di antara sesama penyuluh se-Sulawesi Utara.
Humas