Kamis, 05 September. 10 x dibaca
Manado (Kemenag) - Dalam program "Telisik" (Telaah Isu Kemasyarakatan) yang disiarkan oleh Radio Montini 106 FM, Richard Axel Lumi, Penyuluh Agama Katolik, menjadi host yang mendampingi program dengan tema "Selamat Datang Paus Fransiskus di Indonesia." (05/09/2024). Program ini, bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Manado, menyambut dengan antusias kabar kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia yang dijadwalkan pada 3-6 September 2024.
Kunjungan bersejarah ini dianggap sebagai momen langka dan penuh makna, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia. Dalam kesempatan itu, Telda Ticoalu, sesama Penyuluh Agama Katolik, menekankan bahwa kedatangan Bapa Suci merupakan kesempatan berharga untuk membuka hati dan merayakan kebersamaan dengan semangat cinta kasih dan perdamaian.
Fransiskus Sili, Pengawas Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Manado, mengungkapkan harapannya bahwa kunjungan Paus Fransiskus akan membawa berkat bagi gereja-gereja di Indonesia. Ia berharap kunjungan ini dapat menginspirasi umat Katolik untuk menjadi "Injil yang hidup," serta memperkuat kerja sama antarwarga dalam membangun negeri yang damai, adil, dan harmonis tanpa memandang perbedaan.
Drs. Salvatore Ponomban, M.Pd., Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Manado, juga menyampaikan bahwa kedatangan Paus Fransiskus akan dijadikan momen refleksi rohani. Ia berharap dapat menyambut Bapa Suci dengan doa dan kontemplasi yang mendalam, memperkuat hubungan dengan Tuhan, dan semakin menghayati ajaran kasih dan kerendahan hati yang menjadi teladan Paus Fransiskus.
Jajaran Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Manado yang terdiri dari penyuluh agama, pengawas dan perwakilan dari guru-guru Pendidikan Agama Katolik ikut berharap bahwa kehadiran Paus Fransiskus akan membawa kedamaian dan persatuan di Indonesia. Ucapan selamat datang yang penuh doa dan harapan diungkapkan dengan keyakinan bahwa kunjungan Bapa Suci akan semakin memperkuat fondasi kebersamaan dan keharmonisan di tengah masyarakat Indonesia.
Humas