Manado (Kemenag) – Di balik dinding-dinding tebal Rutan Kelas IIA Malendeng Manado, tercipta sebuah momen penuh sukacita…" />
Pembinaan Iman Katolik di Rutan Kelas IIA Malendeng Manado

Jumat, 26 Juli 2024. 10 x dibaca

Manado (Kemenag) – Di balik dinding-dinding tebal Rutan Kelas IIA Malendeng Manado, tercipta sebuah momen penuh sukacita dan refleksi saat 15 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Katolik mengikuti kegiatan pembinaan iman dengan tema "Berbahagialah mata yang melihat dan telinga yang mendengar" (Mat 13:16-17). Ibadah sekaligus pembinaan iman dipimpin oleh Penyuluh PPPK Katolik, Telda Ticoalu, S.Ag dan Fr. Anton Kean CMM. Turut hadir yaitu Penyelenggara Bimas Katolik Kota Manado, Drs. Salvatore Rolly Ponomban, M.Pd, Pengurus DPP St. Ignatius Manado, serta tim Penyuluh Agama Katolik Non PNS dan PPPK Kementerian Agama Kota Manado.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Katolik merenungkan makna dan hikmat dari setiap pengalaman serta pergumulan hidup. Fr. Anton Kean CMM dalam khotbahnya menekankan pentingnya bersabar dan bijaksana dalam menjalani kehidupan, serta yakin bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi umat-Nya. "Dengan ketenangan dan kedekatan kepada Tuhan, kita dapat menemukan makna dari setiap peristiwa dalam hidup kita," ujarnya dengan penuh inspirasi.

Pembinaan iman ini dibuka dengan sambutan hangat dari Penyelenggara Bimas Katolik, Drs. Salvatore Rolly Ponomban, M.Pd, yang mengapresiasi antusiasme para warga binaan. Pak Fongky (nama sapaan) menekankan pentingnya pembinaan rohani sebagai bagian integral dari proses rehabilitasi. "Pembinaan iman bukan hanya tentang pengajaran agama, tetapi juga tentang memberikan harapan dan kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik," ujar Pak Fongky dengan penuh semangat.

Dalam sesi sharing, para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Katolik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang didampingi oleh Frater, Penyelenggara Bimas Katolik, Penyuluh Katolik non-PNS dan PPPK, serta Pengurus DPP Paroki St. Ignatius Manado. Pendampingan ini memberikan ruang bagi mereka untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan moral serta spiritual yang sangat dibutuhkan.

Kegiatan ini disambut dengan sukacita, terutama bagi lima warga binaan pemasyarakatan (WBP) Katolik yang akan bebas pada bulan Agustus 2024. Mereka berharap agar pelayanan rohani dari pihak Gereja Katolik dan Kementerian Agama tetap berlanjut setelah mereka bebas. "Kami merasa sangat bersyukur dan berharap dapat terus mendapatkan dukungan spiritual di luar nanti," ujar salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) Katolik dengan perasaan terharu.

Telda Ticoalu, S.Ag dan Fr. Anton Kean CMM memimpin ibadah yang menjadi puncak dari kegiatan ini, menegaskan bahwa dukungan spiritual dan moral dari pihak Gereja Katolik sangat penting bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Katolik untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan pembinaan rohani yang berkualitas bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Katolik, memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan spiritual yang diperlukan. Semangat dan harapan yang terlihat dalam kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya peran pembinaan iman dalam kehidupan para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Katolik, memberikan mereka kekuatan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Katolik, tetapi juga memberikan harapan dan semangat baru untuk menghadapi kehidupan dengan lebih positif dan penuh keyakinan akan kasih Tuhan yang selalu menyertai.

Humas

 

Penulis : Richard A. Lumi


Baca Juga
Array