Kamis, 13 Juni 2024. 585 x dibaca
Boltim (Humas Kemenag) -- Kegiatan sosialisasi mengenai metode pembelajaran GASING diadakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tutuyan Kab. Boltim. Acara tersebut dihadiri oleh para kepala madrasah negeri dan swasta, guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta guru mata pelajaran matematika MTs dan MA dengan jumlah total 30 GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan). Hadir sebagai pemateri ASN pada Bidang Pendis, Ramlah Abbas. Turut hadir, Kepala Seksi Pendidikan Islam, Nurtitin Miolo.
Ramlah menyebut bahwa metode pengajaran ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. "Dengan menggunakan metode GASING, kami berharap dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan efektif, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep matematika," ujarnya.
Dia menekankan pentingnya pemilihan metode mengajar oleh seorang guru dalam mencapai target pembelajaran. Menurutnya, hal ini sangat berkaitan dengan kompetensi guru dalam mengelola kelas selama proses pembelajaran berlangsung.
"Tahun ini, guru-guru di madrasah dituntut untuk menggunakan metode GASING dalam pembelajaran matematika. Selain metode ini, guru juga tetap dapat menggunakan metode lain seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan drill," ujar Ramlah Abbas.
Metode GASING, yang dikembangkan oleh Profesor Yohannes Surya, diharapkan mampu mengubah paradigma bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit, tidak menyenangkan, dan tidak menarik. Dengan metode ini, guru diharapkan bisa membuat matematika menjadi mudah, asik, dan menyenangkan bagi siswa.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para guru dalam mengajar matematika, sehingga mereka dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi kepada siswa.
Humas