Kanwil Sulut - Kemenag: Sebanyak 105 orang wisudawan/wisudawati mengikuti Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Angkatan…" />
Kamis, 25 Januari 2024. 70 x dibaca
Kanwil Sulut - Kemenag: Sebanyak 105 orang wisudawan/wisudawati mengikuti Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Angkatan I Program Sarjana (S1) Institut Agama Islam Kotamobagu, Tahun Ajaran 2024 di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Senin (25/01).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara H. Sarbin Sehe didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu Jamaludin Lamato hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Pj Walikota Kotamobagu H. Asripan Nani dan Forkopimda, Rektor Dr. Mulyadi Mokodompit, Staf Khusus Gubernur H. Gunawan Lombu, mewakili Ketua Pengadilan Agama Kotamobagu Masita Olii, Ketua MUI H. Sahran Gonibala, Ketua Yayasan H. Zainul A. Lantong, Civitas Akademika IAI Kotamobagu termasuk orang tua wali dari para wisudawan/wisudawati yang tengah berbahagia hari ini.
Mengawali sambutannya, Kakanwil menyampaikan selamat atas pencapaian sampai saat ini, perjuangan mahasiswa selama kurang lebih 5 tahun telah terbayar hari ini. Dirinya merasa bangga menjadi bagian penting dari sejarah IAIK melahirkan wisudawan/ti perdana dari 5 program studi.
"Perguruan tinggi masa depan sangat ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan pendidikan. Sementara nasib seseorang saat ini tidak bergantung dari kampus mana dia berasal, jalan hidup seseorang telah digariskan oleh Allah SWT," ujar Kakanwil.
Wisudawan/ti hari ini menjadi "awwaluun", menjadi mujahid awal. Kita sebagai bagian negara berhutang budi bagi IAIK, yang akan mengisi banyak profesi hari depan khususnya di Kotamobagu.
Kemajuan suatu daerah sangat erat hubungannya dengan eksistensi perguruan tinggi. Perguruan tinggi ikut menentukan kemajuan suatu daerah.
Mantan Kakanwil Maluku Utara ini juga berpesan dan menitipkan program moderasi beragama, dengan terus menjaga harmonisasi Indonesia, dengan etnis, suku dan agama yang berbeda di masyarakat, dihadirkan sikap moderat saling menghargai. Umat Islam adalah yang menjunjung tinggi prinsip wasathiyah menghargai agama dan keyakinan orang lain.
Terakhir Kakanwil juga menghimbau agar pesta demokrasi yang sebentar lagi tiba, agar disikapi dengan bijak, saling menghargai perbedaan, karena perbedaan itu indah.
"Menyambut Pemilu, mari kita happy dan sambut dengan hati yang senang, kalau ada hari tenang jangan tegang. Kita berdemokrasi dengan menghargai perbedaan, menjadi kewajiban bersama untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, pelihara terus keberagaman, laksana pelangi, senantiasa indah walaupun berbeda warnanya," pungkas Kakanwil. (N2)
Humas
Penulis: Trenny W Manangkalangi | Editor: Herry Mety