Rabu, 20 Desember 2023. 112 x dibaca
KMB-AAA tidak mustahil menjadi gerbang emas perdamaian dunia, setara nilainya konstribusi Indonesia pada Konferensi Asia Afrika 1955 berlangsung di Bandung, dikala itu hingga kini masih dikenang betapa besar nilainya Konferensi Asia Afrika. Lebih dari KMB-AAA dan Konferensi Asia Afrika dilaksanakan di tempat yang sama. Semangat Konferensi Asia Afrika 1955 adalah forum diplomasi Indonesia membangun solidaritas antara bangsa melawan kolonialisme dan imperialisme, sekaligus menandai kebangkitan negara-negara non Barat dalam politik dunia global, yang menjunjung tinggi perdamaian, semangat dialog antara bangsa.
KMB-AAA, bagi Indonesia disamping ajang memasarkan praktek hidup Moderasi Beragama, lebih dari itu adalah menjaga marwah keragaman agama, etnis, suku dan ras moderasi beragama suatu keniscayaan. Kerukunan antar umat beragama merupakan komitmen bersama menjaga perdamaian dan rasa aman diantara umat beragama yang berbeda-beda di Indonesia. Keragaman umat beragama relevansi dalam keanekaragaman agama, etnis, suku, budaya bangsa Indonesia. Menjadi urgensi menghargai perbedaan antar agama, agar terjalin kesamaan pada nilai-nilai yang positif, sekaligus berbagi pengalaman dan budaya masing-masing agama, melalui transformasi Moderasi Beragama.
Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman agama yang begitu kompleks, Indonesia memiliki tugas besar untuk menjaga keberagaman, khususnya keragaman agama agar tetap terjaga dengan baik. Memelihara relevansi antar agama agar tidak ada perpecahan, melalui saling menghargai dan menghormati antar pemeluk agama, titik temunya adalah praktek Moderasi Beragama, mengedapankan toleransi, menghormati dan menghargai perbedaan satu sama lain.
Negara Indonesia adalah negara yang bersifat plural dalam berbagai hal baik ras, suku, bahasa daerah, adat istiadat, dan agama. Keberagaman ini bisa merupakan kekayaan bagaikan mozaik yang sangat indah dan berharga jika bisa dikelola dengan baik. Namun kekayaan ini jika tidak dapat dikelola dengan cerdas akan menjadi ancaman persatuan dan kesatuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Keutuhan dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara tergantung bagaimana mengelola keberagaman SARA (suku antar golongan ras dan agama) menjadi kekuatan sinergis untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa yang majemuk.
Fungsi utama kerukunan antar umat beragama adalah penjaga harmoni dalam keberagaman agama di Indonesia. Dalam wujud sikap dan perilaku saling toleransi, menghargai dan menghormati perbedaan akan mampu menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif bagi kelangsungan hidup serta perkembangan berbagai agama di Indonesia dan dunia global, itulah urgensinya Moderasi Beragama.
Apresiasi atas penyelenggaraan KMB-AAA, khususnya kepada Bapak Menteri Agama RI Gus Yaqut Cholil Qoumas, Moderasi Beragama untuk perdamaian dunia.
H. Sarbin Sehe, Kakanwil Kemenag Sulut.