Rabu, 20 Desember 2023. 14 x dibaca
Perhelatan forum akbar Konferensi Moderasi Beragama Asia, Afrika dan Amerika Latin (KMB-AAA), bertemakan “Religion and Humanity”, berlangsung di gedung Merdeka Konferensi Asia-Afrika 1955. Dua forum ini memiliki semangat yang sama agama sebagai jembatan perdamaian kemanusian. Kemiripan semangat dan mengulangi sejarah bagi Indonesia yang terus menyuarakan perdamaian dunia.
Ditengah situasi dan kehidupan manusia moderen yang mengedepana hak azasi manusia dan demokrasi, namun dunia saat ini masih terkecam dengan meriam dan bom peperangan, peperangan masih terjadi. Sedianya kehidupan manusia moderen adalah adalah kehidupan heppy tanpa rasa takut, semangat kemanusiaan harus menjiwai perdamaian dunia.

Pemerintah Indonesia kembali melakukan torobosan melalui penguatan moderasi beragama, salah satu program prioritas Menteri Agama Gus Yaqut Chalil Qaumas, menyelenggarakan Konferensi Moderasi Beragama Asia, Afrika dan Amerika Latin (KMB-AAA), berlangsung di kota Bandung ditemapt yang sama dengan penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955, gedung Merdeka. KMB-AAA dihadiri sejumlah delegasi dari berbagai negara dalam dan luar negeri, tokoh agama, akademisi, tokoh masyarakat yang berasal dari tiga benua tersebut menunjukan bahwa semua orang, semua bangsa, semua etnis mengharapkan kedamaian dunia.
Melalui kerjasama Balitbag dan Diklat Kementerian Agama RI dan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU)KMB-AAA berlangsung dengan baik, lancar dan sukses.

KMB-AAA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan praktik Moderasi Beragama di Indonesia menunjukkan dengan baik atau menggembirakan seiring dengan kerukunan dan toleransi umat beragama terus terbina kuat. Optimisme implementasi program Moderasi Beragama akan berjalan semakin berkelanjutan untuk Dunia Global. Dimana prkatek beragama dengan rukun, damai dan toleran adalah kebutuhan bagi setiap bangsa di dunia, tanpa kecuali. Membuka dikotomi panjang antara agama dan negara, agama dan budaya, agama dan kemanusia adalah melalui sembanga moderasi beragama. Sebab praktek beragama yang sempit dan kaku akan menghalangi relasai yang baik antara agama dan negara, agama dan budaya serta agama dan kemanusiaan.
Tantangan dunia global saat ini adanya konflik dan peperangan yang belum berakhir, konflik atas nama agama juga masih menghiasi lembaran dunia moderen saat, ekstremisme, radikalisme dan teroris atas nama agama acap kali terjadi. Prkatek moderasi beragama adalah jembatan pembangunan masyarakat dunia yang harmonis, rukun, damai dan toleran.

KMB-AAA merupakan komitmen Indonesia memasarkan moderasi beragama ruang pedamaian ditengah keragaman dan kemajemukan agama, suku, etnis, pandangan, aliran dan budaya antara bangsa.
KMB-AAA, cara Indonesia mengekspor praktik-praktik moderasi beragama di benua Asia Afrika dan Amerika Latin, sekaligus berkontribusi, memberikan solusi, dan pandangan kepada semua pihak tentang pentingnya hidup yang damai, meskipun kita semua berbeda latar belakang, suku bangsa, agama dan heterogenitas.
Praktek pelaksanaan moderasi beragama dalam wujud Kampung Moderasi Beragama, Rumah Moderasi Beragama, Sekolah Moderasi Beragama, serta Perguruan Tinggi Moderasi Beragama, bisa menjadi role model masyarakat dunia yang sangat rentan dengan gesekan-gesekan, hanya karena perbedaan agama, suku, etnis dan perbedaan lainnya. Moderasi beragama di kampung dan tempat ibadah menjadi opsi untuk menciptakan keharmonisan umat beragama. Sebab di kampung moderasi beragama dipastikan kehidupan umat beragama harmonis dan damai. (lanjut...)
H. Sarbin Sehe, Kakanwil Kemenag Sulut