Revolusi Jihad ala Santri di Era Digital

Jumat, 20 Oktober 2023. 274 x dibaca

Manado (Kanwil Kemenag Sulut) -- Santri kekinian tetap bisa berjihad di jalan agama, tanpa harus mengangkat senjata atau berperang. Caranya dengan menjadi sosok panutan alias role model bagi generasi milenial, apalagi menghadapi era digital santri harus melek teknologi karena tantangannya semakin banyak.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Agamq Prov. Sulawesi Utara, H. Sarbin Sehe saat membuka kegiatan Porseni dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2023 di Pondok Pesantren Assalam Manado, Jumat (20/10).

"Ini yang dikehendaki masa sekarang. Kita sudah masuk era digital, dunia sudah berubah. Tidak ada lagi santri yang merasa ketinggalan karena seluruh ruang telah terbuka," katanya.



"Semangat santri dalam berjuang, belajar ilmu agama dan juga ilmu umum, patut dicontoh oleh anak-anak zaman sekarang. Tetapi di saat yang sama dunia juga bisa menyaksikan dan turut merasakan manfaatnya dengan teknologi," tambahnya.

Kedepan, dakwah dan syiar islam tidak lagi hanya digaungkan di Masjid-masjid atau di Surau-surau, dengan memanfaatkan teknologi dakwah bisa didengar oleh lebih banyak orang tanpa keterbatasan ruang dan waktu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kemenag Manado Hj. Rogaya Udin beserta jajaran, Kepala Kemenag Kota Tomohon Pdt. Olva Moningka, Kepala Kemenag Kab. Minahasa Pdt. Dolie Tangian, Ketua FUAPP KH. Muyassir Arif, dan para asatidz/asatidzah serta pengasuh dan  Pembina Pondok Pesantren. (nun)

Humas

 

Kontributor: Ainun Bosra | Editor: Herry Mety


Baca Juga
Array