Kamis, 01 Juni 2023. 14 x dibaca
Kotamobagu (Kemenag) - Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kotamobagu Ratna Potabuga selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 01 Juni 2023, Ratna membacakan amanat Hari Lahir Pancasila dengan Tema "Gotong Royong untuk Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global.
Dalam amanatnya beliau mengingatkan akan pentingnya gotong royong dalam membangun peradaban yang maju, maju dan berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan global.
Gotong royong merupakan semangat yang melekat pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Semangat ini memupuk perasaan gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Gotong Royong mengajarkan kita untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, tanpa memandang perbedaan sosial, agama atau budaya. Dalam konteks membangun peradaban, gotong royong memegang peranan yang sangat penting.
Peradaban yang maju dan berkelanjutan membutuhkan partisipasi aktif dari setiap individu. Kita tidak bisa mengandalkan hanya satu pihak atau kelompok untuk mencapai tujuan kita.
Melalui semangat gotong royong, kita dapat membangun landasan yang kokoh dan menyeluruh untuk mewujudkan peradaban yang adil dan lestari.
Tidak hanya dalam kerangka nasional, gotong royong juga sangat penting dalam pembangunan global.
Di zaman yang semakin terhubung ini, negara-negara saling bergantung dan saling mempengaruhi.
Kita harus bisa bekerja sama dengan negara lain untuk mengatasi tantangan global, seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketidaksetaraan.
Melalui gotong royong, kita dapat mengatasi masalah ini bersama-sama dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk seluruh dunia.
Tema hari lahir Pancasila ini mengajak kita untuk merenungkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program
Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu-membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila.
idak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain, kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong, dan toleran.
Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata internasional. Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.
Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih ada paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.
Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia.
Humas
Penulis : Soekarno Abdul
Editor. : Trenny W. Managkalangi