Minut- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama…" />
Kakanwil Ingatkan Poin Penting Indikator Penguatan Moderasi Beragama

Rabu, 24 Mei 2023 12:06 893 x dibaca

Minut- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Sarbin Sehe, memberikan materi pembinaan dan penguatan moderasi beragama bagi penyuluh agama Islam, Kristen, dan Katolik bertempat di Aula GKII Efata Airmadidi, Minahasa Utara, (24/05/2023).

Dalam pemaparan materinya , Kakanwil H. Sarbin Sehe mengungkapkan 4 indikator penguatan moderasi beragama, point penting dalam moderasi beragama yang mencakup empat indikator, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi, merupakan aspek penting yang ditekankan dalam membangun moderasi beragama yang inklusif dan harmonis.

  1. Komitmen Kebangsaan mencerminkan komitmen setiap individu atau kelompok dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan yang meliputi persatuan, kesatuan, dan kebhinekaan. Moderasi beragama yang kuat membutuhkan kesadaran akan identitas kebangsaan sebagai pijakan dalam membangun harmoni antarumat beragama di dalam masyarakat.
  2. Toleransi menunjukkan sikap terbuka dan menghargai perbedaan keyakinan agama, suku, budaya, dan pandangan dalam masyarakat. Toleransi berarti menerima dan menghormati eksistensi umat beragama lain tanpa menghilangkan identitas agama masing-masing. Moderasi beragama yang baik didasari oleh sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam masyarakat yang beragam.
  3. Anti-Kekerasan menekankan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dalam konteks agama. Moderasi beragama menghargai hak asasi manusia, termasuk hak kebebasan beragama dan berkeyakinan. Oleh karena itu, moderasi beragama harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, serta menolak tindakan kekerasan, diskriminasi, atau persekusi terhadap kelompok agama tertentu.
  4. Dan yang terakhir Penerimaan Terhadap Tradisi, Indikator ini menunjukkan pengakuan dan penghargaan terhadap tradisi keagamaan yang dijalankan oleh umat beragama. Moderasi beragama tidak bertujuan untuk menghapus atau menggantikan tradisi-tradisi agama, melainkan mendorong dialog dan pemahaman yang lebih baik antara tradisi-tradisi tersebut dengan tujuan menciptakan kehidupan beragama yang harmonis

Keempat indikator ini saling terkait dan memainkan peran penting dalam menciptakan moderasi beragama yang sehat dan berkelanjutan. Dengan mengutamakan komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi, diharapkan masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai meskipun memiliki perbedaan keyakinan agama ungkap H. Sarbin Sehe.

Selain itu, kakanwil juga mengharapkan pentingnya mempublikasikan setiap kegiatan para penyuluh agar pesan-pesan yang disampaikan dapat berpengaruh tidak hanya kepada umat yang hadir dalam penyuluhan, tetapi juga kepada masyarakat luas.

"Saya berharap setiap kegiatan penyuluh untuk dipublikasikan, agar seluruh penyuluhan dapat berpengaruh bukan hanya kepada umat yang berada di lokasi penyuluhan, tetapi juga dapat diketahui dan diamati oleh masyarakat luas. Manfaatkan teknologi yang ada, termasuk untuk pelaporan penyuluh," ujar H. Sarbin Sehe.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Evangeline M. C. Sepang, S.PAK., M.Si, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Minahasa Utara, yang turut mendukung upaya penguatan moderasi beragama di wilayah tersebut. dan  Kabid Urusan Agama Kristen dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Utara Pdt. Simon Servius Rawis, S.Th., M.Pd.K.,

Fotografer : Yunaz | Kontributor : Reza | Editor : Irfan


Baca Juga
Array