OSIM Gelar Pelatihan Dasar Jurnalistik

Sabtu, 12 November. 9 x dibaca

Matuari, Kota Bitung --- Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Pondok Pesantren Arafah Kota Bitung melaksanakan Pelatihan Dasar Jurnalistik yang diikuti 60-an peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas 12 itu berlangsung dua sesi, pertama pukul 10.00 hingga 11.30 Ikhwan (laki-laki-red) dan dilanjutkan kembali usai sholat dzuhur pukul 13.00 sampai 14.30 wita untuk akhwat (perempuan-red).

"Kegiatan ini sudah menjadi agenda pengurus, dan kami bersyukur alhamdulillah bisa terlaksana hari ini," kata Takwa Masloman dan
Dea Listy Nurjanah, selaku ketua dan wakil ketua OSIM.

Menurut Waka Kurikulum Kurniawaty Isilly, MPkim, saat membuka kegiatan secara resmi, mengatakan program pengurus OSIM ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan pengetahuan awal kepada peserta didik dalam menulis berita.

"Harapan kami, dengan pelatihan ini peserta didik bisa mendapatkan deskripsi awal tentang apa sih dunia jurnalistik itu? dan bagaimana tips dalam menulis beritanya. Anak didik kami sangat antusias dalam hal ini, mengingat mereka selalu bertanya kapan pelaksanaannya," ungkap ustazah Ning, sapaan akrab santri kepada Isilly.

"Terima kasih pemateri, pak Goins Manoppo yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi informasi dengan anak didik kami di pondok pesantren Arafah Bitung," tambah Isilly.

Dalam pengantarnya pemateri menjelaskan tentang apa sih yang dimaksud dengan dunia jurnalistik atau kewartawanan itu.

"Aktifitas jurnalis itu ada lima, yakni melakukan pengumpulan bahan berita atau peliputan, pelaporan peristiwa, penulisan berita, penyuntingan naskah berita atau editing dan penyajian atau penyebarluasan berita atau publikasi. Inilah tugas seorang jurnalis atau wartawan," kata pak Goins.

Menurut Pranata Humas Kanwil itu, untuk santri yang masih pemula dalam menulis berita, disarankan agar dalam mencari informasi supaya di catat hal-hal penting yang berkaitan dengan berita yang akan ditulis nantinya.

"Pencatatan informasi yang adik-adik cari nanti, mesti dipandu dengan pertanyaan 5W+1H, yaitu: What, apa yang terjadi?, Who, siapa yang terlibat dalam peristiwa itu?, Why, mengapa hal itu bisa terjadi?, When, kapan peristiwa itu terjadi?, Where, dimana peristiwa itu terjadi?, dan How, bagaimana peristiwa itu terjadi?," urai Manoppo di Matuari, Bitung. Sabtu, (12/11).

"5W+1H, menjadi panduan umum seorang jurnalis atau wartawan dalam mencari informasi kepada sumber berita," tuturnya.

Setelah memberikan penjelasan, kegiatan diakhiri dengan latihan menulis berita melalui admin web dan seluruh santri, (ikhwan dan akhwat) sangat antusias berdiskusi. Meski jumlah laptop sangat terbatas, tak mengurangi semangat para peserta didik dalam mengikuti kegiatan.

Kegiatan pelatihan di gelar atas restu Ketua Yayasan H. Mursida Bado, Pengasuh/Pimpinan Pondok, ustad Zulkifli Ahmad, Lc. Kepala Madrasah Aliayah Syarifuddin Jusuf, S.St dan Turut hadir dan memberikan pendampingan kepada para santri, Ustazah St. Humairah Rahman, S.Pd dan Dessy Endah Lentang, M.Pd. (Eka).

 

Humas

Penulis: Muhamad Eka Prasetya

Editor: Goins Manoppo


Baca Juga
Array