Senin, 04 Juli 2022. 22 x dibaca
Bitung ---- Madrasah Ibtidaiyah Negeri diminta bersiap atau menyiapkan diri agar bisa menjadi Pilot Projec Kurikulum Merdeka. Demikian pernyataan Kakan Kemenag Hj. Rughaya Udin saat menyampaikan arahannya pada kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) di MIN 1 Kota Bitung. Senin, (7/7).
Menurut Ghaya---sapaan akrabnya---dengan menjadi Pilot Projec maka kita akan segera mengetahui keunggulan kurikulum merdeka, karena lebih dahulu menerapkan apa itu merdeka belajar.
"Kalau kita memulai lebih awal, maka saat penerapan resminya sudah lebih mudah, karena kita sudah menjalankannya" ujar Udin.
Untuk diketahui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mewajibkan penggunaan kurikulum merdeka atau merdeka belajar mulai tahun ajaran 2022/2023 di sekolah.
"dalam hal pendidikan, kita di madrasah menginduk ke Kemendikbudristek. Namun kita di madrasah masih Pilot Projec, Tahun 2024, seluruh madrasah sudah wajib menerapkan kurikulum merdeka," tegas Rughaya.
Karena itu, Rughaya menghimbau para Kepala Madrasah dilingkungan Kemenag Kota Bitung untuk proaktif mendaftarkan nama madrasahnya untuk diikutkan pada program Pilot Projec tersebut.
"silahkan daftarkan madrasah bapak/ibu di Seksie. Pendis Kemenag Bitung untuk disampaikan ke Bidang Pendis Kanwil untuk diteruskan ke Ditjen Pendis untuk selanjutkan di SK kan," ungkapnya.
"Keunggulan lainnya dengan mengikuti program pilot projec, Guru yang berada di madrasah tersebut, akan mendapat pelatihan dan pendampingan dalam penerapan kurikulum merdeka," tutup wanita energik itu.
Penulis: Humas Kemenag Bitung
Editor: Goins Manoppo