Pertemuan Rutin Guru KKGRA Boltim Bersama Pengawas, Ini Yang Dibahas

Sabtu, 12 September. 6 x dibaca

BOLTIM – Pertemuan Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKGRA) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali dihadiri Pengawas Madrasah/RA. Pertemuan kali ini diadakan di RA Asy-Syuhada Moyongkota, Jumat (11/09).

Dalam pertemuan kali ini dibahas metode daring dan luring, teknik penilaian anak pada BDR dan cara pembuatan RPPH daring untuk Raudhatul Athfal dalam masa pandemi. 

Kepala RA Asy-Syuhada Yuliana Mamonto selaku tuan rumah dalam pertemuan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Pengawas dan seluruh guru RA atas kehadiran dalam kegiatan ini. 

"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran ibu Pengawas Halisa Mokoagow dan seluruh guru RA dalam kegiatan pertemuan rutin KKGRA Boltim yang dilaksanakan di RA kami. Kehadiran Pengawas juga bisa langsung memonitoring serta memantau keadaan di RA Asy-Syuhada Moyongkota dengan segala keterbatasan fasilitas namun tidak mengurangi semangat kami dalam melakukan tugas sebagai guru RA," ungkap Yuliana

Pada kesempatan pertemuan itu, Halisa Mokoagow Pengawas Madrasah mengatakan bahwa kehadiran dirinya untuk evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring dan luring. 

"Kehadiran saya untuk evaluasi pembelajaran daring dan luring yang dijalankan oleh seluruh RA serta memastikan sistem BDR yg diterapkan oleh RA Al-Qur'an 1 Inaton," kata Mokoagow. 

"Mengingat RA Al-Qur'an 1 Inaton sebagai barometer pendidikan usia dini di Boltim yang sudah punya brand sebagai RA dengan penerapan pendidikan Holistik berbasis karakter semai benih bangsa yang difasilitasi oleh City Sentul dan Indonesia Heritage Foundation," sambung Mokoagow. 

Lebih lanjut Halisa berharap RA yang ada di Boltim bisa menerapkan metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh RA Inaton. "Harapan kami, bunda-bunda RA yang lain bisa menerapkan metode pembelajaran yang sudah dicontohkan oleh bunda Methy, bunda Ella, bunda Nia dan Kakak Dwi, sapaan akrab untuk ke empat pendidik RA Al-Qur'an 1 Inaton," harap Halisa.

Dalam pertemuan tersebut disepakati tentang proses penilaian harian, mingguan dan bulanan tetap terlaksana dengan metode yang sama untuk semua RA meskipun Belajar Dari Rumah (BDR) yang konsep penilaian disesuaikan dengan kurikulum darurat. (gan)


Baca Juga
Array