Selasa, 07 April 2020. 16 x dibaca
BOLMONG – Pasca diberlakukannya peraturan kerja dari rumah (work from home) bagi seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow, otomatis sejumlah kegiatan yang seharusnya digelar di kantor dialihkan ke dunia maya.
Selasa (7/4), Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Bolmong menggelar Manasik Haji Online yang melibatkan sekira 25 jemaah calon haji di seluruh Bolmong.
Manasik haji seharusnya dilakukan secara rutin (sepanjang tahun) bertempat di Aula kantor, gedung, atau setiap kecamatan.
Namun akibat merebaknya Covid-19 maka kegiatan manasik terpaksa digelar secara online via aplikasi Zoom.
Kepala Kantor Kemenag Bolmong, Muhtar Bonde yang berkesempatan menjadi narasumber pada manasik tersebut menekankan pentingnya manasik sebagai ajang pembekalan bagi calon haji agar tidak gagap saat melakukan ibadah di tanah suci.
Pemerintah melalui Kementerian Agama semaksimal mungkin melakukan peningkatan kualitas perjalanan ibadah haji dengan memperbanyak bimbingan manasik haji.
Bonde mengingatkan seluruh jemaah untuk terus berlatih manasik dan memperbanyak dzikir dan mengaji untuk mengisi waktu di masa-masa sekarang ini.
Selanjutnya, Kasie PHU, Hendrongi Ngampo menjelaskan rangkaian rukun ibadah haji yakni Wukuf di Padang Arafah merupakan ritual terpenting yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah haji sebagai puncak dari ritual ibadah haji.
Dalam kondisi apapun wukuf mesti dilakukan, meski dalam keadaan sakit seorang jamaah haji harus di safari-wukufkan, bahkan apabila ia meninggal dunia sebelum sempat melaksanakan wukuf di padang Arafah ini ia harus dibadal-hajikan.
“Maka persiapkanlah hati kita sebaik mungkin dan membaca talbiyah selama menunggu prosesi wukuf. Lakukan shalat zhuhur dan ashar dengan cara jama’ qashar taqdim artinya dikerjakan pada waktu zhuhur dan dilaksanakan secara berjamaah. Kemudian mendengarkan khutbah Arafah,” tutupnya. (dek)