Kamis, 19 Maret 2020. 8 x dibaca
BOLMONG – Audit Kinerja Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada madrasah negeri dan swasta di wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolmong berakhir hari ini, Kamis (19/3).
Pada Ekspose hasil audit yang digelar di Aula kantor, Ketua Tim Audit Inspektorat Jenderal Kemenag RI, Iskandar Zulkarnaen memaparkan sejumlah permasalahan yang ditemui dia dan timnya selama hampir 14 hari terakhir.
Dalam laporannya, persoalan yang paling banyak ditemui adalah kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan dana BOS yang benar dan sesuai aturan terbaru.
Pada madrasah negeri data pokok masih banyak yang belum diperbaharui, sedangkan pada madrasah swasta pemanfaatan BOS sebagian besar digunakan untuk pembayaran honor GTT.
“Padahal sesuai aturan, untuk pembayaran honor GTT ada presentase tersendiri yang dibolehkan dalam aturan,” ujar Iskandar Zulkarnaen.
Itjen juga meminta madrasah untuk proaktif jika ada hal yang kurang dipahami terkait pengelolaan dana BOS termasuk aturan-aturannya.
Dari hasil penilaian sesuai standar yang digunakan oleh Tim Audit Itjen, MIS Al-Luthfi Lolanan mencapai nilai tertinggi dengan skor 83,378, dan MIN 1 Bolmong dengan nilai 80,077. Keduanya masuk kategori penilaian dengan keterangan : Baik. Sementara delapan madrasah lainnya berada pada kategori Cukup/Normal.
Kepala Kantor Kemenag Bolmong, Muhtar Bonde mengapresiasi seluruh madrasah yang telah bekerja secara maksimal sambil berharap perbaikan kinerja yang lebih baik ke depannya.
Ia mengingatkan semua stakeholder, Kepala madrasah negeri maupun Pimpinan Yayasan swasta untuk proaktif berkomunikasi dengan Kantor Kemenag dalam hal kinerja, regulasi, maupun pengelolaan dana BOS.
“Jangan nanti ada masalah baru datang konsultasi. Mari kita sama-sama bersinergi dalam memajukan pendidikan di Bolmong,” tutup Bonde. (dek)