Kakanwil: Pahami Agama Secara Moderat dan Tidak Berlebihan

Rabu, 20 November 2019. 64 x dibaca

Manado --- Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan Pengembangan Kualitas Lembaga Sosial Keagamaan Hindu Tingkat Provinsi tahun 2019 bertempat di Swiss Belhotel Manado hari ini. Rabu, (20/11).

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui lembaga sosial keagamaan agar kuat dalam menangkal berbagai issu dan paham keagamaan serta membina potensi umat dharma gita," kata ketua panitia I Wayan Alit Sudarma, S.Ag dalam laporannya.

Kakanwil Kemenag Sulut Dr. H. Abdul Rasyid, M.Ag dalam arahannya saat memberikan materi mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan. karena acara seperti ini sangatlah penting membina kesalehan umat beragama serta pengamalannya dalam kehidupan sehari hari.

Melalui kesempatan yang baik ini, marilah kita meneguhkan kembali kebersamaan umat dengan toleransi yang tinggi. Daerah kita bumi nyiur melambai sulawesi utara selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan itu.

"Marilah kita pahami ajaran agama itu sebagai sesuatu yang moderat, tidak berlebih-lebihan dengan menyampaikan narasi kerukunan, kebersamaan dan kedamaian. Karena itulah esensi dalam beragama," terang Kakanwil.

Orang nomor satu di jajaran kementerian agama sulawesi utara ini mengingatkan para pengurus lembaga keagamaan hindu dan para pembina dharma gita di sulawesi utara untuk terus mengkampayekan moderasi beragama.

"Setiap agama memiliki potensi untuk menjadi radikalis, jika tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang memadai dalam memahami teks keagamaan," tegas Rasyid.

Maka apabila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita mendapati ada sekelompok orang yang mengabaikan nilai atau norma kemanusiaan, ketertiban dan kesepakatan bersama, bisa dipastikan orang tersebut terpapar radikalisme.

"Nilai kemanusiaan itu menjadi titik temu kita dalam menjalankan nilai-nilai agama. Rasa aman dan tidak saling mengganggu serta menjaga kesepakatan bersama dalam hidup berbangsa dan bernegara menjadi kunci kebersamaan itu," tutup Rasyid.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pembimas Hindu Nengah kokoq, S.Ag., M.Si dan Kasubag Informasi dan Humas Drs. Hartono Bawenti, MH. (ies)

 


Baca Juga
Array