MARHABAN

Rabu, 27 April 2022 00:12 Wita.

Secara etimologi kata MARHABAN sering disamakan orang dengan kata AHLAN WA SAHLAN, tetapi dari segi terminologi dua kata ini dalam penggunaannya terdapat perbedaan walaupun itu sangat kecil. AHLAN WA SAHLAN mempunyai pengertian menjadi tanda untuk menunjukkan rasa hormat dan sopan santun terhadap sesama muslim, sebab dengan mengucapkan ahlan wa sahlan, artinya seorang muslim menyambut sesamanya dengan tangan terbuka dan penuh suka cita.  

Sementara kata MARHABAN berasal dari kata rohba yang berarti luas, lebar, dan lapang. Kata MARHABAN digunakan untuk menyambut tamu yang agung sehingga dengan demikian kita mengucapkan kata MARHABAN YA RAMADHAN seakan-akan kita mengucapkan selamat datang RAMADHAN bulan yang agung dada kami lapang menerimamu, kami tidak risau, kami bahagia menyambutmu, wahai bulan yang penuh ampunan.

Rohba juga mempunyai arti tempat beristirahat (rest area) orang yang melakukan perjalanan jauh untuk memperbaiki kendaraannya juga menambah bekal untuk melanjutkan perjalanan. ini berarti bahwa puasa adalah untuk melakukan perbaikan jasmani, rohani, dengan menambah ketaqwaan kepada Allah SWT.

MARHABAN juga (tamu agung) laksana tanah yang subur yang apasaja  yang ditanam dia akan tumbuh subur dan kalau kita tidak tanami apa-apa maka yang akan tumbuh hanyalah rumput dan pohon yang kita tidak inginkan demikian juga tamu agung (MARHABAN) kalau kita tidak melakukan amal sebanyak-banyaknya terutama taqorrub kepada Allah SWT serta penyucian hati yang sebentar akan menjelma sebagai akhlakul kharimah baik kepada Allah SWT maupun sesama makhluk-Nya maka kita akan termasuk sebagai orang yang rugi.

MARHABAN juga dapat diartikan sebagai bulan obral yang berarti obral amal yang diberikan Allah SWT, kalau kita tidak manfaatkan untuk mengambil sebanyak-banyaknya maka makna khairun min alfi syahrin (satu amal kebaikan yang kita lakukan nilai pahalanya sama dengan ibadah seribu bulan) tidak dapat kita gapai dalam bentuk cinta ilahi.

Rasulullah saw mengingatkan ada 4 hal yang seharusnya diraih dibulan RAMADHAN oleh setiap muslim 2 diantaranya sangat menyenangkan Allah SWT dan 2 haruslah kita peroleh, 2 yang sangat dicintai Allah SWT adalah memperbanyak mengucapkan syahadatain di dalam hati “aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah SWT dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw itu adalah Rasul-Nya” dan memperbanyak memohon ampunan Allah SWT dan 2 lagi adalah memperoleh surga dan dijauhkan dari siksa api neraka.

Di penghujung akhir RAMADHAN 1443 H ini mari kita renungkan firman Allah SWT : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah 186)

Semoga kita memperoleh sebutan Idul Fitry. Amin

Penulis: Dr. H. Yasin G. Mahmud, S.Sos, M.Pd

     

Opini Lainnya