Pembelajaran Kolaboratif, Solusi Untuk Siasati Masa Pandemi Covid-19

Kamis, 08 April 2021 07:45 Wita.

Tak terasa pandemi covid-19 sudah memasuki tahun kedua menyerang dunia. Di berbagai belahan dunia, banyak negara masih berjibaku melawan dan memerangi pandemi ini dan dampaknya. Tak terkecuali di Indonesia, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat berusaha untuk bangkit dan bertahan agar dapat melewati krisis ini. Untuk menjaga agar bisa bertahan di tengah pandemi ini dan menumbuhkan kembali ekonomi yang menurun drastis akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah memutuskan untuk mulai menerapkan kebiasaan hidup baru (new normal).

Tidak hanya berdampak pada ekonomi, pandemo covid-19 juga berdampak langsung pada pendidikan khususnya proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang membuat praktisi pendidikan berjuang mencari cara, sarana, strategi dan metode pembelajaran untuk menjamin proses belajar mengajar tetap berlangsung di masa pandemi. 

Pada awal pandemi covid-19, seluruh sekolah dan madrasah serta pendidik di setiap jenjang satuan pendidikan merasa kaget dengan keadaan dan bingung untuk menerapkan cara belajar yang tepat bagi peserta didik. Kita dipaksa untuk memutar otak mencari cara agar tetap bisa mentransfer ilmu dan mendidik anak-anak bangsa dengan segala keterbatasan.

Alhamdulillah, tak lama berselang Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menerbitkan Kurikulum Darurat. Hal ini membuat kami warga madrasah di seluruh Indonesia menemukan titik terang yang memandu kami dalam melewati masa pandemi ini. Dalam Kurikulum Darurat ini kita diminta untuk membatasi pemberian materi pada materi esensi, kita tidak dituntut lagi untuk menuntaskan tuntutan kurikulum.

Seiring berjalannya waktu, pada awal tahun ajaran baru 2020-2021, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) begitu gencar melaksanakan kegiatan webinar, sosialisasi serta bimtek untuk mengimplementasikan KMA 183 dan 184 Tahun 2019. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut begitu banyak penjelasan dan penjabaran tentang bagaimana baiknya kita menerapkan KMA tersebut dalam proses pembelajaran.

Dari sekian banyak kegiatan yang diikuti, yang paling membekas di hati penulis adalah kegiatan webinar tanggal 8 Desember 2020. Pemateri yang menarik perhatian penulis yaitu Ahmad Hidayatullah, Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi pada Direktotar KSKK Ditjen Pendis Kemenag RI dengan materi Membangun Keunggulan Madrasah Berbasis KMA 184 Tahun 2019. Setelah menerima materi darinya, langsung terbesit di benak penulis untuk menerapkannya di madrasah yang dipimpin oleh penulis.

Pada tanggal 17 Desember 2020, MAS Alkhairaat Kampung Jawa Tondano melaksanakan workshop sehari untuk merancang Pembelajaran Kolaboratif di Semester Genap TP. 2020-2021. Dalam kegiatan itu dihasilkan 6 rancangan proyek. Yang terbagi setiap jenjang kelas mempunyai 2 proyek; Proyek Sains dan Proyek PAI. Untuk Kelas X Proyek Sains yang dirancang adalah pembuatan roket sederhana dengan menerapkan berbagai metode dan menggunakan bahan limbah. Untuk Kelas XI proyek yang dirancang adalah penemuan bahan pangan alternatif untuk diolah menjadi makanan. Proyek Sains kelas XII tentang pemanfaatan bahan limbah (baterai bekas dan kulit pisang) sebagai sumber energi alternatif.

Sementara untuk Proyek PAI semua jenjang kelas membuat artikel ilmiah tentang Kontribusi Pendidikan dan Dakwah Lembaga Perguruan Islam Alkhairaat, walaupun judulnya sama tapi isi di dalam masing-masing karya tulis berbeda karena disesuaikan dengan Kompetensi Dasar dari masing-masing jenjang kelas.  

Evaluasi untuk Pembelajaran Kolaboratif pada Kelas XII ini sudah dilaksanakan pada saat Ujian Madrasah yang dimulai pada tanggal 29 Maret 2021. Ujian Madrasah di MAS Alkhairaat Kampung Jawa Tondano dilaksanakan secara tatap muka setelah mendapatkan Surat Rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Minahasa dan dilaksanakan melalui penilaian kinerja (ujian praktek). Pelaksanaan ujian berjalan aman dan lancar tanpa ada halangan berarti dan menghasilkan siswa yang sudah bisa mencipta suatu karya, bukan hanya sebatas mengetahui teori saja.

Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana siswa sudah mampu untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari dan bahkan menghasilkan hal yang baru, walaupun masih jauh dari kesempurnaan.

Pihak Madrasah akan tetap melaksanakan Pembelajaran Kolaboratif dan akan merancang proyek lainnya untuk Semester Ganjil TP. 2021-2022. Kedepannya kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran kolaboratif ini. Seiring berjalannya waktu Proyek yang kami rancang akan lebih kami tingkatkan sehingga bisa menghasilkan karya yang lebih kompleks lagi dan bisa diikutkan dalam kompetisi-kompetisi sains. ***

Penulis: Eka Setiawati Sugianto, S.Pd., M.Pd., Kepala Madrasah pada Madrasah Aliyah Swasta Alkhairaat Kampung Jawa Tondano

     

Opini Lainnya