Hari ini, 29 September, Gereja Katolik…" />
Mimbar Agama Katolik: Pesta Malaikat Agung, Utusan Cahaya Allah

Senin, 29 September 2025 09:09 Wita.

Hari ini, 29 September, Gereja Katolik merayakan pesta tiga malaikat agung: Santo Mikhael, Santo Gabriel, dan Santo Rafael. Ketiganya bukan sekadar tokoh surgawi dalam kisah-kisah Kitab Suci, tetapi juga tanda kehadiran Allah yang hidup, melindungi, membimbing, dan menyembuhkan umat-Nya. Mereka adalah utusan kasih Allah yang setia, melayani rencana keselamatan dengan cara yang berbeda-beda namun saling melengkapi.

Santo Mikhael dikenal sebagai panglima bala tentara surgawi. Dalam Kitab Wahyu (Why 12:7-12), Mikhael memimpin perang melawan naga besar, simbol kejahatan, dan melemparkannya keluar dari surga. Mikhael adalah gambaran kekuatan rohani, keberanian iman, dan kesetiaan pada Allah. Ia bukan sekadar pejuang, tetapi pembela kebenaran ilahi. Dalam dunia yang semakin dipenuhi arus relativisme moral dan godaan kompromi terhadap dosa, Santo Mikhael mengingatkan kita bahwa hidup iman adalah juga perjuangan melawan kuasa gelap, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri.

Santo Gabriel berarti “Allah adalah kekuatanku.” Dialah pembawa kabar gembira kepada Perawan Maria (Luk 1:26-38), kepada Zakharia (Luk 1:11-20), dan kepada dunia. Gabriel adalah simbol kabar sukacita dan komunikasi ilahi. Dalam dunia yang sering dilingkupi kebingungan dan pesan-pesan yang menyesatkan, Gabriel mengingatkan kita akan pentingnya mendengarkan suara Allah dengan hati yang hening. Kita semua dipanggil menjadi “malaikat” kecil bagi sesama: pembawa kabar baik, bukan penyebar ketakutan atau kebencian.

Santo Rafael berarti “Allah menyembuhkan.” Dalam Kitab Tobit, Rafael menyertai Tobia dalam perjalanan, melindungi dari bahaya, serta menyembuhkan kebutaan Tobit. Rafael adalah malaikat penyerta, pelindung para peziarah, dan simbol penyembuhan tubuh dan jiwa. Kehadirannya mengingatkan kita bahwa Allah tidak hanya peduli pada keselamatan rohani, tetapi juga pada penderitaan manusia yang konkret: sakit, kesepian, dan luka batin. Rafael hadir di setiap langkah hidup kita yang penuh tantangan, menuntun kita menuju pemulihan.

Ketiga malaikat agung ini menjadi cermin dari tiga cara Allah menyertai manusia:

  • Melalui perlindungan dan perlawanan terhadap kejahatan (Mikhael),

  • Melalui penyampaian sabda dan kehendak-Nya (Gabriel),

  • Melalui penyembuhan dan pendampingan penuh kasih (Rafael).

Merayakan pesta ini bukan hanya mengenang makhluk surgawi, tetapi menegaskan iman kita pada Allah yang aktif bekerja dalam sejarah hidup manusia. Kita diundang untuk membuka hati pada kehadiran para malaikat, mendoakan perlindungan Santo Mikhael dalam perjuangan iman, meneladan Santo Gabriel dalam mewartakan kabar gembira, dan mengandalkan Santo Rafael dalam masa-masa sakit dan perjalanan hidup.

Semoga perayaan ini menyalakan kembali kesadaran bahwa kita tidak berjalan sendiri. Dalam terang Kristus, para malaikat agung menyertai dan menguatkan langkah kita menuju Kerajaan Surga.

Doa singkat:

“Santo Mikhael, Santo Gabriel, Santo Rafael, doakanlah kami, lindungilah kami dalam perjalanan hidup ini, agar kami setia kepada Allah dan sampai pada kebahagiaan kekal. Amin.” (her)


Baca Juga
Array