Kanwil Kemenag Sulut Aplikasi
Sabtu, 5 Desember 2020

Buka Kegiatan Bimtek, Kakanwil: Apapun yang Diberikan Kepada Kita, Harus Selalu Disyukuri

22 October 2020


Manado ---- Syukur, sabar dan ikhlas. Tiga kata kunci inilah yang menjadi inti pembicaraan Kepala Kanwil H. Anwar Abubakar saat memberikan materi pada kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Informasi dan Layanan KUA se-Provinsi Sulawesi Utara. Kamis, (22/10).

Mengawali arahannya, Kakanwil Kemenag Sulut H. Anwar Abubakar mengajukan pertanyaan kepada para operator Sistem Informasi Bimas Islam dan Sistem Informasi KUA.

"Apakah para operator ini sudah ada honornya"?. 

Ini penting, mengingat para operator kita yang menjadi ujung tombak pelayanan administrasi kepada masyarakat. Sehingga ke depannya saya berharap ada usulannya nanti untuk disampaikan kepada pusat.

"Diusulkan saja, agar ada honor untuk para tenaga administrasi atau operator. Minimal angkanya 500ribu dan tak perlu banyak-banyak, 4 orang saja per kabupaten/kota itu cukup, yang penting ada anggarannya. Persoalan dikasih atau tidak anggarannya, kita tetap harus bersyukur," ujar Kakanwil.

Orang nomor satu di jajaran Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara ini meminta agar di setiap KUA ada tenaga pembantu dalam mengelola anggran.

"Terlalu siksa KUA itu, kalau administrasinya juga dibuat oleh Kepala KUA," tegasnya.

Karena di kantor itu, ada kursi, meja dan lemari tempat penyimpanan buku nikah. Buku nikah ini adalah dokumen negara yang tidak boleh hilang atau rusak kecuali ada bencana alam.

"Jadi buku nikah itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya, penataan administrasi dan laporan-laporan itu penting," terang Anwar di hadapan para operator dan Kepala KUA.

Mantan Kakanwil Sulsel ini juga menyinggung pembangunan gedung baru KUA dari SBSN (Surat Berharga Syari'ah Negara). Ini juga harus disyukuri.

"Apapun yang diberikan kepada kita, harus selalu disyukuri. Ada dan tidaknya anggaran juga kita harus sabar, harus ikhlas dan kitapun dituntut untuk tetap memberikan pelayanan yang maksimal," tuturnya lagi.

Di akhir penyampaiannya, suami Rismayanti ini mengingatkan para operator untuk terus mengikuti perkembangan regulasi yang berkaitan dengan perubahan-perubahan terkini.

"Tolong ikuti perubahan regulasi terkini, berkaitan dengan perubahan pernikahan selama masa pandemi ini, jangan sampai ada kekeliruan. Kalau dibilang tidak boleh menikahkan, ya tidak boleh. Kecuali yang sudah tercatat di SIMKAH," tutup Abubakar mengingatkan.

Turut hadir dan mendampingi Kakanwil, Kasubbag Ummas Hartono Bawenti, Kasie Penerangan Agama Islam dan Sistem Informasi Hamka Dondo, Kasie Urais dan Bina Syari'ah Kalo Tahirun dan Kasie Fasilitas dan Bina Kantor Urusan Agama Henri Mangkuto. (avies)


Aplikasi