Kanwil Kemenag Sulut Aplikasi
Sabtu, 5 Desember 2020

Anwar Abubakar: Santri itu Seperti Berlian

22 October 2020


Manado --- Bertempat di Masjid Pesantren, syukuran Hari Santri Nasional Tahun 2020 di Lembaga Pendidikan Islam Pondok Karya Pembangunan Manado berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.

Meski dalam suasana pandemi, Kegiatan Launching Buku "Catatan Pinggir Seorang Santri, Karya H. Sofyan A.P. Kau---Santri angkatan ke-IV---yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I IAIN Sultan Amai Gorontalo serta peresmian Lembaga Kajian "Kutub Al-Turaats Aswaja" dihadiri langsung Kakanwil Kemenag Sulut H. Anwar Abubakar, Ketua Yayasan Karya Islamiyah K.H. Rizali M. Noor, dan Penulis Buku Sofyan A.P. Kau. Kamis, (22/10).

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara H. Anwar Abu Bakar dalam sambutannya mengatakan bahwa santri itu ibarat sebuah berlian yang sangat berharga.

"Berlian itu, jika kita simpan dilaci, tetaplah berlian. Disimpan di lemari, juga tetap berlian. Bahkan ditaruh di tempat sampahpun, namanya tetap berlian. Tidak pernah berubah, seperti itulah Santri," jelas Kakanwil.

Orang nomor satu di jajaran Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara ini menjelaskan, seorang santri atau lulusan pesantren dimanapun berada pasti akan selalu dicari orang.

"Minimal setiap ada hajatan dikampung, dimintakan untuk menjadi Qori' (Membaca Qur'an-red) dan atau membawakan do'a, yang lain kan tidak," terangnya.

Karenanya, kita musti mengubah cara berfikir orang bahwa pondok pesantren itu tempat memperbaiki yang rusak. Padahal tidak demikian, seharusnya pesantren itu adalah tujuan utama membekali diri untuk masa depan generasi kita.  

"Tadi, saya telah mendengar ulasan buku catatan pinggir seorang santri oleh Pak Dr. Sofyan Kau, menceritakan sejarah atau pengalamannya menjadi santri dan ini merupakan karya yang monumental. karena setiap tahun pasti ada karya nyata seorang santri," tutur Anwar.

Mantan Kakanwil Sulawesi Selatan ini menambahlan, perkembangan teknologi pasti memberikan dampak positif maupun tantangan, sehingga perlu diimbangi dengan pengetahuan agama agar kita tidak terbawa kepada hal-hal tidak baik yang di timbulkannya.

“Para santri kita perlu menggunakan dua masker, masker pertama untuk menutupi hidung dan mulut dari berbagai kotoran seperti debu dan virus, sementara masker yang lain, untuk membentengi hati agar tidak tercemar dengan berbagai penyakit hati.” ungkap Abubakar.

Terpisah, K.H. Rizali M. Noor, selaku Ketua Yayasan Karya Islamiyah---yang kini berusia 70 Tahun---dalam pengantarnya, menjelaskan bagaimana masa awal berdirinya pesantren LPI PKP Manado.

"Perjuangan kami merintis pondok ini, bersama para sesepuh selama empat dekade. Disini hadir para guru senior seperti H. Abdullah Kuiliem, H. Syamsudin Rauf, dan H. Masry Abbas serta yang lainnya. Juga selama pesantren ini berdiri, telah beberapa kyai dan guru-guru kami telah wafat," ujar Kyai Rizali kepada Kakanwil.

Sementara Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa peluncuran buku "Catatan Pinggir Seorang Santri" karya Dr. Sofyan A.P. Kau ini menjadi momentum bagi keluarga besar Pesantren PKP untuk memperkuat silaturahmi, juga sebagai motifasi bagi para santri dan alumni dalam melahirkan karya nyata dikemudian hari,” tandasnya yang didampingi Ketua Alumni PKP Manado Letkol Inf. Syukriyanto Puluhulawa, S.Ag.

Turut hadir dan mendampingi Kakanwil, Kabag TU H. Aswin Kiay Demak, Kabid Pendis Nasri Sakamole, Kasubbag Ummas Hartono Bawenti, Kasie. Madrasah Alex K.Usman, Kasie. PD Pontren H. Ramly Makatungkang, Kasie. PAI Mustari Masloman, Kasubbag TU Kemenag Bolsel H. Thaib Mokobombang dan Kasie. Pendis Kemenag Manado H. Usran Mantow, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren di Kota Manado. (sup)


Aplikasi