Kanwil Kemenag Sulut Aplikasi
Sabtu, 24 Oktober 2020

Buka Kegiatan Evaluasi Anggaran Bimas Kristen, Kakanwil : Tahun 2021 WTP Harus Dipertahankan 

15 October 2020


Manado (Kanwil Kemenag Sulut) --- Bidang Urusan dan Pendidikan Agama Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Evaluasi Pengelolaan Anggaran Tahun 2020 dan Pemantapan Penyusunan Anggaran Tahun 2021 Bimas Kristen Sulawesi Utara di Hotel Quality, Manado, 15-17 Oktober 2020. 

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kakanwil Kemenag Sulut H. Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd didampingi Kabag TU Aswin Kiay Demak, S.Ag, M.Pd, Kabid Urusan Kristen Dr. Jenny Sampouw, M.Si dan Kabid Pendidikan Kristen Evangeline C. Sepang, S.PAK, M.Si. 

Dalam sambutan dan penyampaian materinya, Kakanwil menginggatkan tentang 6 misi Kementerian Agama 2020-2024 yang harus menjadi pijakan dalam pelaksanaan program kerja, yaitu meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama; memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama; meningkatkan layanan keagamaan yang adil, mudah dan merata; meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan bermutu; 
meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan; serta memantapkan tatakelola kepemerintahan yang baik. 

"Tahun ini memang sejak awal semester pertama kita mengalami kendala berupa bencana non alam yakni covid-19 yang melanda Indonesia dan hampir seluruh dunia sehingga anggaran kita mengalami revisi untuk penanganan covid-19. Kita berharap tahun 2021 situasi kembali pulih sehingga program dan anggaran bisa berjalan secara efektif dan efisien demi pencapaian visi dan misi Kementerian Agama", ungkap Kakanwil. 

Selanjutnya, mantan Kakanwil Sulsel ini mengajak semua Kepala Kantor dan operator anggaran yang hadir untuk memperhatikan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran sehingga opini WTP dari BPK bisa tetap dipertahankan. 

"Saya mengajak kita semua, Pak Kabag TU, para Kabid dan Pembimas, para Kepala Kantor serta semua Operator Sakti untuk membuat komitmen bersama bagaimana mengoptimalkan administrasi keuangan sehingga WTP harus tetap kita pertahankan di tahun 2021", pintanya. 

Di akhir sambutan dan materinya, Kakanwil mengingatkan tentang masalah pagu minus yang hampir selalu ada dalam tiap tahun anggaran.

"Saya minta supaya perencanaan dibuat dengan baik dan jika ada kelebihan atau kekurangan anggaran, langsung ditangani di awal tahun anggaran, begitu juga dengan bantuan-bantuan dari pusat, jangan tunggu sampai akhir tahun baru belanja; jika sudah dipakai atau sudah belanja harus dipertanggungjawabkan sebagai wujud pelaksanaan tatakelola kepemerintahan yang baik", pungkas Kakanwil. (adm) 


Aplikasi