Kanwil Kemenag Sulut Aplikasi
Minggu, 21 Oktober 2018

Farid Wadjdi Adakan Monitoring dan Evaluasi Seleksi CPNS di Kanwil Kemenag Sulut

5 October 2018


Manado--- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara hari ini Jumat (5/10/2018) kembali menerima kunjungan kerja dari Kepala Bagian Pengadaan dan Pertimbangan Pegawai pada Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Drs. Mohammad Farid Wadjdi, MM. 

Ketika dikonfirmasi, Kasubbag Ortala dan Kepegawaian Burhan Sadjab, S.Sos mengatakan bahwa maksud dan tujuan kunjungan kerja Kabag Pengadaan dan Pertimbangan Pegawai kali ini adalah untuk memonitoring dan mengevaluasi (monev) pelaksanaan seleksi CPNS pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi  Sulawesi Utara. 

"Maksud dan tujuan kedatangan Pak Kabag adalah untuk monev proses seleksi CPNS Kemenag Sulut; terkait hal-hal teknis soal itu bisa ditanyakan langsung kepada verifikator seleksi CPNS Kemenag Sulut, Riska Lumi, ST", ungkap Sadjab saat diwawancarai.
 
Menurut Verifikator Seleksi CPNS Kanwil Kemenag Sulut Riska Lumi, ST sampai saat ini jumlah pelamar CPNS online 483 orang dari 135 kuota dan formasi yang tersedia. "Memang dua hari terakhir ini jumlah pelamar online membludak dibanding dengan minggu lalu karena gangguan jaringan dan server karena itu BKN Pusat juga telah memperpanjang durasi pendaftaran online sampai tanggal 15 Oktober 2018 pukul 23:59 WITA", ungkap Lumi.

"Untuk berkas fisik yang dikirim atau diantar langsung ke Kanwil, sampai saat ini sudah ada 57 berkas yang sudah dan sedang diverifikasi. Dari hasil verifikasi didapati bahwa ada sebagian pelamar yang tidak memahami secara benar dan akurat persyaratan yang sudah ditentukan oleh BKN. Ada yang masih salah soal formasi dan kualifikasi pendidikan. Saya harap ini menjadi perhatian para pelamar selagi masih ada kesempatan sampai tanggal 15 nanti", pungkas Lumi. 

Untuk berkas fisik dapat diantar atau dikirim ke Kanwil paling lambat 5 hari setelah pendaftaran online pukul 16.00 WITA. 

Lumi berharap agar para pelamar lebih teliti membaca ketentuan dan syarat yang ditetapkan BKN dan Kementerian/Lembaga yang bersangkutan sehingga tidak terjadi kesalahan pada saat verifikasi berkas secara fisik. (HM). 
 


Aplikasi