Kanwil Kemenag Sulut Aplikasi
Minggu, 21 Oktober 2018

Rumengan: Pencairan Tunjangan Profesi Guru PAK Kemenag Sangihe Tahun 2018 Sesuai Peraturan Yang Berlaku

3 October 2018


SANGIHE- Tunjangan Profesi Guru merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru dengan sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya. Pencairan tunjangan dilakukan setiap bulannya dan juga boleh dilakukan empat tahap atau bisa disebut per triwulan. Dasar pembayaran tersebut diatur dalam Juknis nomor 216 Tahun 2018 Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, ungkap Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Sangihe Chrestian Rumengan, SH.


Rumengan menyampaikan bahwa sesuai dengan juknis yang ada proses pencairan tunjangan profesi guru dilakukan melalui berbagai tahap pengusulan dan validasi. Proses awalnya adalah pengisian data guru oleh operator sekolah melalui aplikasi Data Pokok Kependidikan (Dapodik) sebagai wadah besar semua data pendidik. Selanjutnya dilakukan verifikasi faktual (verfal) data pada SIMPATIKA di Kementerian Agama.
Seksi Bimas Kristen Kemenag Sangihe perlu memastikan data yang dimasukkan ke SIMPATIKA sesuai dengan data riil di lapangan. Kasi Bimas Kristen melalui operatornya berkewajiban untuk melakukan validasi tentang keakuratan data guru setelah SKMT diterbitkan, yang selanjutnya sampai pada tahapan penyaluran tunjangan profesi guru. Rumengan juga mengatakan para guru yang berhak menerima tunjangan profesi adalah guru yang sudah memenuhi syarat dan menjalankan kewajiban mereka sesuai dengan peraturan yang ada. “Namun satu hal yang perlu diingat oleh guru, yakni SKMT bukanlah satu-satunya jaminan bahwa guru tersebut sudah pasti akan menerima tunjangan profesi,” ujarnya.

Menurutnya, SKMT merupakan salah satu pertanda saja bahwa guru tersebut memang berhak atas tunjangan profesi. Akan tetapi, kata Rumengan jika guru tersebut dalam perjalanan waktu tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya, maka tunjangan profesi mereka tidak bisa dibayarkan. Misalnya, guru sudah menerima SKMT, tapi karena berbagi alasan, guru tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya mengajar 24 jam tatap muka per minggu, maka guru tersebut tidak berhak atas tunjangan profesi. “Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa penyaluran tunjangan profesi guru tersendat tidak semuanya dapat dibenarkan. Apabila masing-masing pihak menjalankan fungsinya dapat dipastikan tunjangan profesi guru akan dapat dibayarkan tepat waktu,” tegas Kasi Bimas Kristen Kemenag Sangihe.

Hal lain yang membuat proses penyaluran tunjangan profesi guru terhambat adalah pemberkasan yang dilakukan belum sesuai dengan harapan yang ada padahal sudah berkali-kali diingatkan agar kelengkapan berkas sertifikasi harus sesuai dengan juknis yang ada.
Namun Rumengan memastikan bahwa para guru yang belum dicairkan tunjangan profesinya pada awal tahun ajaran 2018/2019 akan dicairkan sepanjang jelas ada datanya.


Aplikasi