Kanwil Sulut - Kemenag : Pelaksanaan Amaliyah Ramadhan jajaran ASN Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi…" />
Selasa, 03 Maret 2026. 226 x dibaca
Kanwil Sulut - Kemenag : Pelaksanaan Amaliyah Ramadhan jajaran ASN Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara diawali dengan Sholat Dzuhur berjamaah yang dipimpin oleh H. Wirson Hasanati, dilanjutkan dengan Kultum Ramadhan oleh H. Hakim Bachdin, Selasa (03/03).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut H. Ulyas Taha, Kabag Tata Usaha H. Basri Saenong, serta seluruh ASN Muslim di lingkungan kantor wilayah.
Dalam tausiyahnya, H. Hakim Bachdin mengangkat tema tentang ciri-ciri orang beriman. Ia menjelaskan bahwa iman bukan sekadar pengakuan, melainkan harus mencakup tiga unsur utama, yakni tashdiqun bil qalbi (membenarkan dalam hati bahwa Allah adalah Tuhan), iqrarun bil lisan (mengakui dengan lisan), dan a’malun bil arkan (membuktikan melalui amal perbuatan).
“Siapa yang tidak memenuhi ketiga unsur ini, maka ia terancam masuk dalam golongan orang-orang yang kufur,” tegasnya.
Ia juga mengutip firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183, sebagai pengingat bahwa kewajiban puasa telah ditetapkan pula kepada umat-umat terdahulu. Menurutnya, kisah umat terdahulu menjadi pelajaran agar umat Islam tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Memasuki Ramadhan hari ke-13 yang semakin mendekati puncak, Hakim mengajak seluruh jamaah untuk melakukan evaluasi diri. “Jika iman kita tidak bertambah di bulan suci ini, maka kita termasuk golongan orang-orang yang merugi,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menekankan pentingnya ketaqwaan yakni bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.
Terdapat 2 kata yang maknanya mendalam dan harus selalu diingat dan menjadi pencapaian seluruh umat Islam, yaitu Beriman dan Bertaqwa. Beriman berarti meyakini dan mengakui Allah SWT, sementara bertaqwa adalah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Untuk menambah keimanan, ia mengajak memperbanyak dzikir terutama kalimat 'Laa Ilaaha Illallaah'.
Di akhir tausiyahnya, Hakim Bachdin mengingatkan bahwa zaman saat ini adalah zaman penuh fitnah, sebagaimana sabda Nabi bahwa berpegang pada agama di akhir zaman seperti menggenggam bara api. Karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan takwa. Ia berharap keberkahan Ramadhan dapat mengantarkan seluruh ASN menjadi pribadi yang muttaqiin hingga akhir hayat. (N2)