Kemenag Mitra Dukung Upaya Damai Pasca Insiden Antarwarga Watuliney–Molompar

Senin, 01 Desember. 2,212 x dibaca

MITRA (Kemenag) -- Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Tenggara hadir memberikan dukungan moral dan spiritual bagi aparat keamanan serta masyarakat dalam proses penanganan insiden yang terjadi antara warga Desa Watuliney dan Desa Molompar, Belang, pada 30 November 2025. Kehadiran Kemenag Mitra diwakili oleh Penyuluh Agama Kristen, Alfian Arly Koluku, yang turut mengikuti apel bersama aparat keamanan dan rangkaian mediasi lintas sektor.

Apel dan mediasi yang berlangsung pada Minggu (30/11/2025) tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan keamanan, antara lain Bupati Minahasa Tenggara, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Wakapolda Sulawesi Utara, Dandim 1302 Minahasa, Wakapolres Mitra, Camat Belang, para Hukum Tua Watuliney dan Molompar Raya, serta masyarakat dari kedua desa. Kehadiran Kemenag Mitra dalam proses ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan situasi sekaligus pendampingan keagamaan bagi masyarakat yang terdampak.

Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pelayanan, Penyuluh Agama Kristen, Alfian Arly Koluku, mengikuti proses penggalangan dan pendampingan rohani kepada warga, serta memberikan pesan menenangkan agar masyarakat menahan diri dan mengedepankan nilai-nilai iman. “Di tengah situasi seperti ini, hal terpenting adalah menjaga hati, menjaga diri, dan menjaga jari. Ketika kita mampu menahan emosi, maka kita memberi ruang bagi damai untuk bekerja,” ungkapnya.

Upaya penanganan yang dilakukan oleh aparat keamanan masih terus berlangsung, termasuk pengamanan di wilayah dua desa. Langkah-langkah mediasi yang telah dilakukan diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih sehat dan mendorong rekonsiliasi antara masyarakat kedua desa.

Kemenag Minahasa Tenggara menegaskan kembali komitmennya dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di tengah masyarakat. Melalui kehadiran para penyuluh, Kemenag Mitra berupaya menanamkan nilai kasih, saling menghormati, dan penyelesaian masalah secara bijaksana. “Kami mendorong seluruh pihak agar tidak terjebak dalam provokasi. Perdamaian adalah kemenangan bersama,” tambah Alfian.

Dengan adanya pendampingan lintas instansi dan keterlibatan aktif pemerintah daerah, Kemenag Mitra berharap masyarakat dapat kembali merasakan rasa aman, rukun, dan saling menerima. Peristiwa ini menjadi pengingat penting untuk terus memperkuat toleransi dan membangun keharmonisan sebagai wujud nyata iman dan tanggung jawab sosial.

Melalui spirit “Jaga Hati, Jaga Diri, Jaga Jari,” Kemenag Minahasa Tenggara mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merajut persaudaraan dan bersama menjaga kedamaian di tanah Minahasa Tenggara.

Humas


Baca Juga
Array