Selasa, 05 Agustus. 30 x dibaca
Minahasa (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Dolie Tangian, S. Th, M. Pd, menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, yang dilaksanakan di Yama Hotel Resort Tondano, Selasa (5/8).
Kegiatan yang menghadirkan peserta dari unsur organisasi keagamaan Islam, penyuluh agama Islam, serta perwakilan media massa se-Kabupaten Minahasa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aktor-aktor strategis dalam membaca potensi konflik dan meresponsnya secara dini, bijak, dan kolaboratif.
Dalam materinya, Kepala Kantor Kemenag Minahasa menekankan bahwa deteksi dini terhadap konflik keagamaan sangat penting di tengah masyarakat yang majemuk. Ia mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi dalam membangun suasana damai dan toleran melalui peran masing-masing.
“Penyuluh agama dan media massa harus menjadi garda terdepan dalam membangun narasi damai, bukan hanya memadamkan konflik, tapi mencegah sejak gejala awal,” ujar beliau.
Ia juga menyoroti pentingnya moderasi beragama, komunikasi efektif antarumat, serta sensitivitas terhadap isu-isu sosial-keagamaan yang berkembang di masyarakat, termasuk di media sosial.
“Kita harus membangun jejaring informasi dan respons cepat berbasis kepercayaan. Itulah kekuatan utama dalam deteksi dini,” tambahnya.
Kegiatan FGD ini juga diisi dengan sesi diskusi aktif, studi kasus, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan seluruh peserta dari ormas keagamaan, penyuluh, dan awak media.