Minggu, 31 Desember. 34 x dibaca
Balitbang Diklat Kementerian Agama RI menggelar acara Ekspose Kemenag Kita, dengan mempersembahkan drama musikal “Ikhlas Beramal”. Acara digelar di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2023).
Acara tahunan ini bertujuan menunjukkan berbagai capaian yang telah dikerjakan Kemenag berdasarkan program prioritas dan legacy selama 2023. Balitang Diklat Kemenag merasa bangga dengan berbagai torehan prestasi Kemenag yang diraih tahun ini.
Acara meriah yang disambut antusiasme 600-an pengunjung dan tamu undangan yang hadir ini disajikan apik oleh sentuhan sutradara Agus Noor, melalui pemainnya Cing Abdel, Akbar, Mucle, Tatok, dan Ayu, juga nuansa penata musiknya Arie Pekar dengan koreografer David Fitrik. Turut serta penyanyi Dewi Gita yang musiknya dipandu oleh Jakarta Street Music. Adapun penari latarnya dari Dvk Art Movement, menambah kemeriahan suasana.
Ekspose Kemenag Kita ini dihadiri Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Setjen Kemenag Nizal Ali, para pimpinan unit eselon I Pusat, Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Kepala Kanwil Kemenag, dan Tamu undangan dari Kemendagri, Kejaksaan Agung, BKN, Kementerian Pariwisata, Kemenko PMK, Pemprov DKI, Kemenaker, dan Kemenkopolhukam, serta seluruh ASN Kemenag se-Jabodetabek.
Wamenag Saiful Rahmat Dasuki yang tampak hadir dengan tampilan kasual pada malam itu, mengungkapkan bahwa Kemenag telah banyak menerima penghargaan sepanjang 2023. Terutama dalam transformasi digital yang dicanangkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Wamenag mengapresiasi inisiatif Balitbang Diklat menyajikan capaian kinerja dalam drama musikal. Ia berharap beragam cara sosialisasi ini semakin memberi pemahaman publik tentang perubahan Kemenag di bawah kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Acara yang dihadiri berbagai kementerian/lembaga lainnya ini sebagai bagian dari rekognisi yang dicapai Gus Menteri yang luar biasa. Karenannya, pada malam ini kata Suyitno ada dua pertunjukan, pertama, capaian kinerja dalam bentuk musikalis, dan drama dengan cara yang lebih rileks, yang kedua apresiasi kelitbangan.
Mulai tahun ini, lanjut Suyitno, pihaknya memiliki catatan dari sekian unit eselon I, kanwil, dan perguruan tinggi yang menggunakan data-data kelitbangan sebagai data untuk kebijakan. Karena itu, apresiasi dan penghargaan ini untuk semua pihak yang menggunakan data kelitbangan sebagai basis kebijakan.
Humas