Rabu, 12 Juli 2023. 75 x dibaca
Kanwil Sulut - Kemenag : Secara bahasa, masjid dapat diartikan sebagai tempat yang digunakan untuk bersujud. Sementara dalam makna yang lebih luas, masjid merupakan bangunan yang dikhususkan sebagai tempat berkumpul untuk menunaikan shalat berjemaah.
Saat ini, bahkan sejak ratusan tahun yang lalu, fungsi masjid bukan hanya sekedar sebagai tempat beribadah saja, tapi lebih dari itu.
Selain fungsi utamanya tersebut, masjid memiliki fungsi lainnya yang berperan penting dalam perkembangan umat muslim. Di antaranya sebagai tempat ibadah, sebagai pusat pendidikan dan tempat bermusyawarah. Disinilah pemerintah khususnya Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ingin mengembalikan fungsi masjid, sebagai pusat informasi, literasi dan edukasi umat.
Keberadaan perpustakaan di masjid adalah langkah tepat untuk memajukan literasi keagamaan umat, yang didalamnya mencakup banyak penyiaran informasi. Perpustakaan dari sisi fungsi adalah sebagai tempat menyimpan karya manusia, khususnya karya cetak seperti buku, majalah, dan sejenisnya serta karya rekaman seperti kaset, piringan hitam, dan sejenisnya. Dalam kaitannya dangan fungsi simpan, perpustakaan bertugas menyimpan khazanah budaya hasil masyarakat.
Untuk itulah Oleh Kakanwil, H. Sarbin Sehe, yang hadir dalam Kegiatan Bimbingan Teknis Perpustakaan Masjid Tingkat Provinsi Sulawesi Utara mengatakan bahwa para peserta nantinya akan di bekali mengenai prinsip pengelolaan manajemen masjid, agar fungsi masjid menjadi lebih luas. Para peserta yang berjumlah 28 orang ini akan banyak di berikan pemahaman bagaimana mengembangkan perpustakaan masjid.
"Adapun fungsi perpustakaan masjid diantaranya adalah sebagai tempat studi atau sumber informasi bagi jamaah tentang pengetahuan umum dan keagamaan, sebagai sarana menciptakan gemar membaca bagi masyarakat, sebagai sarana pembinaan kerohanian masyarakat dan sebagai penyimpan dokumen kegiatan masjid", tutur Kakanwil. Masjid diluar negeri contohnya seprti di masjid Nabawi dan Masjidil Haram menghadirka kajian-kajian keagamaan yang manfaatnya sangat besar menciptakan ulama dan ilmuwan besar.
Harapannya, dengan kegiatan ini, Masjid bisa dimaksimalkan perannya untuk membangun peradaban umat, dengan konsep sisi literasi dan edukasi.
Para pemateri lokal dan pusat (Direktorat Bimas Islam Kemenag RI) akan mengisi materi dalam kegiatan Bimtek, bagi 28 orang peserta utusan dari Kab/Kota. (N2)
Humas
Penulis : Trenny WM.