Istilah malam Lailatul Qadar sangat populer di kalangan Umat Islam begitu saat tiba bulan suci Ramadhan. Al-Qur'an dan…" />
Malam Lailatul Qadar - Syiar Ramadhan ke-17 1444 H

Sabtu, 08 April 2023. 33,759 x dibaca

Istilah malam Lailatul Qadar sangat populer di kalangan Umat Islam begitu saat tiba bulan suci Ramadhan. Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah Saw menyebutkan bahwa dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam yang baik, mulia, istimewa dan indah itu disebut Lailatul Qadar atau diterjemahkan malam kemulian. Bagi umat Islam, beribadah di malam tersebut maka nilainya lebih baik darilada beribadah selama seribu bulan atau kurang lebih 83 tahun lamanya. Satu amal kebaikan dikerjakan sama nilainya 83 tahun. Istilah atau sebutan malam Lailatul Qadar begitu jelas disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr ayat 1-5 yang artinya "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Quran) pada malam lailatul qadar. Tahukah kamu, apakah malam qadar itu? Malam qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, (membawa segala urusan), (seluruh malam itu) sejahtera sampai terbit fajar." ( QS Al-Qadr [97] ayat 1-5). Berdasarkan teks ayat diatas Lailatul Qadar adalah malam ketika Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu berupa ayat-ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril.

Menurut sejarah peradaban Islam, Nabi Muhammad saw mendapat wahyu ayat-ayat Al-Quran pertama kali setelah melalui fase perenungan di Goa Hira. Dalam salah satu malam perenungan (berhalwat), malaikat Jibril menampakkan dan menyampaikan perintah membaca (Iqra) itulah disebut malam Lailatul Qadar. Dalam momen ini juga terjadi kenabian Rasulullah saw sebagai nabi dan rasul. Al-Qur’an menyebutkan Lailatul Qadr diterjemahkan para ulama dengan malam kemulian yaitu semalam berbanding seribu bulan dalam melakukan amal kebaikan. Kemulian itu dikarenakan semalam melakukan beribadah nilainya dan pahalanya setara seribulan beribadah. Keistimewaan, keutamaan dan kemulian ini merupakan anugerah Allah swt bagi umat nabi Muhammad yang memiliki kelemahan seperti pendeknya umur, sekaligus menjadi bonus ibadah disisi Allah. Sebagian mayoritas ulama, kemuliaan Lailatul Qadar disebabkan karena Al-Qur’an turun padanya. Hal ini telah disyaratkan oleh AllahSWT pada surah al-Qadr ayat pertama, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” Karena itulah, Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadar) lebih baik daripada seribu bulan yang di dalamnya tidak ada lailatul qadar.

Seorang ahli tafsir Indonesia M. Quraish Shihab , surat al-Qadr [97] ayat 2-3 merupakan penjelasan dari Allah SWT tentang kemuliaan Lailatul Qadar. Dia seakan-akan berfirman: “Dan apakah yang menjadikan engkau tahu apakah Lailatul Qadar? Engkau tidak akan mampu mengetahui dan menjangkau secara keseluruhan kemuliaan Lailatul Qadar itu. Tak ada kata yang mampu menjelaskannya dan engkau hanya mengetahui bahwa malam kemuliaan itu (Lailatul Qadar) lebih baik daripada seribu bulan. Dalam pemahaman ulam beragama menterjemahkan lailatul qadr. Ada menyebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam di mana Allah menurunkan Al-Qur’an kepada umatnya Nabi Muhammad saw, ada juga pandangan ulam bahwa lailatul Qadar adalah malam penetapan Allah SWT atas perjalanan hidup makhluk selama setahun. Malam Lailatul Qadr diartikan sesungguhnya Allah swt telah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang mulia. Malam tersebut dimuliakan karena Al-Qur’an turun padanya sebagaimana nabi Muhammad saw yang mendapatkan kemuliaan dengan datangnya wahyu, malam itu bumi sesak karena banyaknya malaikat yang turun.

Malam Lailatu Qadr pada malam hari itu malaikat Jibril dengan seijin Allah mengatur setiap perkara hidup penuh rahmat/penuh kasih sayang, dan telah memaafkan serta mengampuni mereka, kecuali 4 kelompok orang yaitu seorang pecandu minum arak, orang yang berani durhaka kepada ibu-bapaknya, orang yang memutuskan hubungan persaudaraan, serta orang yang suka mendendam/bermusuhan. Malam Lailatul Qadr hakekatnya adalah kesungguhan dan motivasi umat beribadah di bulan suci ramadhan yang memiliki keutamaan dan kemulian.

Malam Lailatul Qadar hanya terjadi pada bulan Ramadhan, sehingga akan banyak pula yang ingin berburu mendapatkan pahala dari malam penuh berkah ini. Para ulama mengikhtiarkan malam Lailatul Qadr itu adalah malam ganjil pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadhan seperti malam 21, 23, 25, 27, dan 29. Berikhtiar maksimal melakukan berbagai amalan wajib dan sunnah agar dapat meraih malam Lailatul Qadar.

H. Sarbin Sehe (Kakanwil Kemenag Sulut)


Baca Juga
Array