Kotamobagu (Kanwil Kemenag) --- Menindaklanjuti hasil rapat kordinasi mencegah investasi dan pinjman online ilegal yang…" />
Kakanwil Ingatkan Siswa dan Guru Agar Waspadai Investasi dan Pinjaman Online Ilegal

Senin, 20 Februari. 19 x dibaca

Kotamobagu (Kanwil Kemenag) --- Menindaklanjuti hasil rapat kordinasi mencegah investasi dan pinjman online ilegal yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui kesempatan apel pagipada MTs dan MA Al-Hikmah Mogutat Kotamobagu, Kakanwil mengajak keluarga besar sivitas kedua madrasah tersebut untuk berhati-hati dalam menggunakan jasa investasi dan pinjaman online ilegal yang saat ini terus marak beroperasi melalui berbagai media sosial.

"Waspada terhadap sistem informasi berbentuk aplikasi yang sering disebarluaskan melalui media sosial seperti facebook, whatsapp dan lainnya karena sering memberi tawaran yang menggiurkan untuk cepat kaya, cepat dapat banyak uang, namun tidak masuk akal", ungkap Kakanwil.

Kakanwil mengingatkan bahwa akhir-akhir ini marak terjadi penipuan melalui investasi bodong atau pinjaman online ilegal dengan jalan pintas, menawarkan keuntungan tanpa bekerja keras.

"Memang benar, investasi menjadi amat penting dalam mengembangkan usaha, termasuk pinjaman uang di bank. Namun harus hati-hati memilih lembaga keuangan yang benefit sebagai mitra seperti perbankan. Khusus pinjaman online sebaiknya memilih yang legal yang telah mendapat persetujuan dan terakriditas pada OJK", himbaunya.

Kakanwil menambahkan bahwa sesuai informasi, saat ini kurang lebih ada 100 lembaga pinjaman online yang telah terdaftar pada OJK. Namun demikian, sebelum menggunakan jasa pinjaman online, sebaiknya berkoordinasi dan melaporkan pada OJK agar terhindar dari penipuan yang merugikan dan menyusahkan.

"Jadi, saya minta kita semua tidak mudah terpengaruh dengan investasi dengan bunga pinjaman yang kecil atau mendapatkan kompensasi bunga yang besar atau tinggi. Setiap investasi tidak ada yang instan, lupakan pikiran cepat kaya, cepat sukses, cepat berhasil. Investasi butuh usaha dan kerja keras, sukses butuh perjuangan usaha dan kerja keras", tegas orang nomor satu di Kementerian Agama Sulawesi Utara ini. (her)

Humas

Penulis: Herry Mety

Editor: Ainun Bosra


Baca Juga
Array