Hadiri Workshop Zakat-Wakaf, Rughaya Udin: Dari KUA Kita Berdayakan Umat

Jumat, 01 Juli 2022. 14 x dibaca

Bitung --- Bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Girian Bitung, Kepala Kantor Kemenag Bitung  Hj. Rughaya Udin bersama Tim Subdit Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mengikuti pembukaan kegiatan Workshop Orientasi Pemberdayaan Ekonomi Umat. Jum'at, (1/7).

Kegiatan yang dilaksanakan secara zoom meeting itu, dihadiri Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Dr. H. Tarmidzi Tohor dari pukul 08.00 hingga 16.00 Wita dan diikuti peserta dari pulau Sulawesi serta disiarkan secara live dari Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmidzi menjelaskan, hingga saat ini program Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Umat se-Indonesia telah diluncurkan kepada pelaku UMKM sebanyak 360 yang tersebar di 36 KUA.

“Tahun 2021 ada 11 KUA yang mendapatkan alokasi bantuan program penguatan ekonomi umat, dan untuk tahun 2022 dialokasikan bantuan kepada pelaku UMKM pada 25 KUA” ungkapnya.

Program Zakat dan Wakaf bisa membuat perubahan yang dapat dirasakan Umat dan potensinya sangat besar. Karena itu program zakat bukan hanya bantuan berupa sembako, tetapi bagaimana program zakat dan Wakaf bisa berjalan seiring dengan Pemerintah untuk bisa mengentaskan kemiskinan, dengan kata lain melalui program Pemberdayaan Ekonomi Umat ini bisa mengurangi kemiskinan di Indonesia.

Kegiatan pemberdayaan umat ini, tentu melibatkan dan bekerjasama dengan Badan Amil Zakat baik ditingkat pusat maupun Daerah.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah atau APBN tentu sangat terbatas, karena itu Kemenag menggandeng Lembaga Amil Zakat dan BAZNAS untuk bekerjasama dalam percepatan program bantuan pemberdayaan ekonomi umat” tandas Tarmidzi.

"harapan saya, LAZ maupun BAZNAS ikut berperan aktif dalam memberikan bimbingan serta pendampingan para pelaku usaha, UMKM yang mendapatkan program tersebut, agar dana yang diterima betul-betul dipergunakan untuk meningkatkan usaha yang dilakukannya," tutup Tohor.

Kakan Kemenag Bitung Hj. Rughaya Udin yang menghadiri langsung zoom meeting ini mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para penerima manfaat zakat serta untuk meningkatan kualitas produk yang dipasarkan, dalam menjalankan usaha.

Menurut--Gaya--sapaan akrab Kakan Kemenag Bitung ini, KUA bukan hanya sekedar tempat mengurus pernikahan, tapi di Kantor KUA juga bisa menjadi tempat pemberdayaan ekonomi umat.

"KUA itu, bukan sekedar tempat nikah, tetapi terdapat juga layanan lain, diantaranya Pemberdayaan Ekonomi Umat, dari KUA kita Berdayakan umat" tutur Rughaya.

Untuk diketahui, KUA Girian di Kemenag Kota Bitung merupakan satu-satunya penerima bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Pemerintah, disamping KUA Mamuju Sulawesi Barat, KUA Palu Barat Sulawesi Tengah, KUA Dungingi di Provinsi Gorontalo serta 10 orang penerima manfaat dan pendamping yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam yang ada di KUA Kecamatan Kendari Barat.

"harapan kami, dengan pelatihan ini, para penerima manfaat zakat, bisa menjadi pengusaha sukses dan yang paling pokok para Mustahig atau penerima zakat itu, kedepannya bisa menjadi pemberi bantuan atau Muzakih," jelas Rughaya.

Hadir dalam kegiatan pembukaan workshop, team Subdit Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Penyelenggara zakat wakaf, Kasie. Bimas Islam Kemenag Kota Bitung.

Penulis: Humas Kemenag Bitung

Editor: Goins Manoppo


Baca Juga
Array