Plt. Dirjen Bimas Buddha, Dua Kata Syukur

Minggu, 22 Mei 2022 02:18 Wita.

Manado ---- Puncak peringatan Hari Trisuci Waisak di rayakan umat Buddha Kota Manado dengan meriah dan disertai pertunjukan seni teatrikal muda mudi Buddhis serta dihadiri pimpinan organisasi Buddhis dan pimpinan organisasi lintas agama. Sabtu, (21/5). Semalam.

Tampak hadir, Plt. Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma, Gubernur Sulut, diwakili Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah H. Asripan Nani, Kakanwil Kemenag Sulut H. Anwar Abubakar, Walikota Manado Andre Angouw, Ketua Permabuddhi Pusat Prof Dr. Philip Widjaja, Ketua LPTG Sulut Iwan Sutanto, dan Plh Walubi Sulut Andiwanto.

Plt. Dirjen Bimas Buddha dalam sambutannya menyampaikan dua kata syukur.

"Pertama, kita patut bersyukur karena dua tahun lamanya kita tidak bisa menyelenggarakan kegiatan karena pandemi covid 19. Kedua puji syukur kita bersama-sama bisa ber-darmasanti Waisak dengan penuh kegembiraan. Namun begitu, kita semua haruslah tetap menjaga protokol kesehatan dalam setiap melakukan pertemuan," ujar Dirjen.

Menurut Nyoman, tiga peristiwa penting dalam perayaan Hari Trisuci Waisak yakni, Lahirnya pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha dan ketiga Buddha Gautama parinibbana (wafat).

"Trisusakti, merupakan praktek keagamaan Buddha, apalagi kalau kita tambahkan dengan kearifan lokal torang samua basudara, maka potensi bajiknya pasti lebih kuat," ujar Suriadarma.

Menurutnya, kesadaran dalam diri manusia itu, sangatlah bajik (bijaksana-red). Apalagi munculnya itu berasal dari dalam.

"apalagi kata Pak Walikota, Manado menempati Kota kedua paling toleran di Indonesia. Tentu ini tidak di dapat dengan mudah, Manado menjadi Kota Teladan dalam hal toleransi," ungkapnya.

"Permabudi dan Walubi saja, bergantian setiap tahum melaksanakan kegiatan ini. Organisasi boleh berbeda, baju bisa berbeda, tapi untuk kebersamaan mari kita kolaborasi dan kerjasama," tutur Dirjen.

"Selamat hari Trisuci Waisak, selamat melaksanakan Dharmansanti waisak malam ini. Terima kasih," tutup Dirjen.

Walikota Manado, Andre Angouw dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kota Manado sedang giat mengumpulkan data umat di rumah-rumah ibadah.

"Bangsa kita adalah Bangsa yang berketuhanan atau orang yang percaya akan Tuhan," ujar Walikota.

Karenanya kita ingin mengetahui siapa saja yang jauh dari agama, kita tidak bisa bilang ada masyarakat yang atheis. Semua masyarakat tidak ada yang ateis.

"Kalau data penduduk kita sudah lengkap, bahkan sangat lengkap," kata Andre.

Data ini akan kita singkronkan, lalu kita minta bantuan tokoh-tokoh agama. Kita lihat mana yang jauh itu tadi... Nanti kita ajak dia untuk bisa beragama dengan baik. Makanya kita butuh data yg baik, akurat dan valid.

"Jangan sampai yg jauh ini, baru kita ketahui ketika dia telah berbuat kriminal," terangnya memberi pesan.

"Umat buddha mncontohi Buddha utama, melaksanakan dan mempratekkan ajarannya dan bukan hanya sekedar merayakannya saja," tutup Angouw mengakhiri sambutannya. (ies).

Penulis: Goins Manoppo

Editor: Ainun Bosra


Baca Juga