Peringati Hari Ibu, DWP Kemenag Bolmong Ikuti Webinar Nasional

Rabu, 22 Desember 2021. 29 x dibaca

BOLMONG – Memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2021, jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengikuti Webinar Nasional, Rabu (22/12).

Webinar yang digelar DWP Kemenag RI ini bertajuk “Tetap Sehat dan Cantik di Semua Usia” bersama Dr Lula Kamal.

Ny Eny Yaqut Cholil dalam sambutan dan arahannya memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk para ibu yang telah begitu besar jasanya bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara.

Webinar nasional ini diharapkan menjadi momentum bagi para ibu dan wanita untuk terus berbenah diri, mengembangkan kualitas diri lahir dan batin.

Lebih lanjut Dr Lula Kamal dalam materinya memaparkan pentingnya menjaga kesehatan dan kecantikan luar dan dalam.

Selama ini wanita fokus pada upaya mempercantik penampilan luar namun abai terhadap kesehatan yang ada di dalam tubuh. Misalnya, wanita dengan wajah cantik, halus dan tampak muda karena berbagai perawatan kulit, namun fungsi dan usia organ dalamnya lebih tua dari usia sebenarnya.

“Padahal anti aging (penuaan) paling penting adalah menjaga organ-organ tubuh yang penting agar tidak menua dengan cepat seperti jantung, paru, ginjal, dan lain-lain,” terang Dr Lula.

Menurutnya ada beberapa kebiasaan yang mesti diperhatikan agar organ-organ tersebut tetap sehat dan berfungsi dengan baik, seperti :

1.       Istirahat cukup

2.       Olahraga teratur minimal 3x seminggu

3.       Pola makan yang bergizi dan berimbang, serta konsumsi cukup sayur buah

4.       Mengurangi gula, garam, lemak, dan kopi

5.       Menjaga berat badan

6.       Mengelola stress dengan relaksasi, yoga, meditasi, atau melakukan hobi yang disukai

Lanjut dokter yang juga bintang televisi ini, wanita khususnya usia di atas 50 tahun mesti menjaga kesehatan tubuh dari resiko berbagai penyakit seperti kanker, jantung, dan stroke, dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar dapat dideteksi sejak dini.

“Perlu diingat, kanker yang paling banyak menyerang wanita, penyebab utamanya bukan karena genetik. Namun asap rokok dan obesitas adalah faktor resiko terbesar. Faktor genetik hanya 5% saja,” ungkapnya.

Namun demikian, segala faktor resiko dapat diminimalisir dengan pola hidup yang sehat dan seimbang. (dek)


Baca Juga
Array