Anwar Abubakar: Pekan Kerukunan di Sulawesi Utara Gengsinya Penyuluh Agama

Rabu, 13 Oktober 2021 15:22 Wita.

Manado --- Menyongsong hajatan Pekan Kerukunan dan Konferensi Nasional Tokoh Agama se Indonesia di Sulawesi Utara yang direncanakan pada tanggal 17-22 November 2022 mendatang, Kepala Kanwil Kemenag Sulut H. Anwar Abubakar mengharapkan secara khusus peran serta Penyuluh Agama Kristen dalam ikut mensukseskan kegiatan tersebut. Demikian pesan Kakanwil saat memberikan arahan dan pembinaan kepada para Penyuluh Agama Kristen di Gedung Gereja GMIM Zaitun Mahakeret Kota Manado. Rabu, (13/10). siang ini.

"Peran kita selaku Penyuluh Agama adalah bagaimana menyuarakan kepada masyarakat agar ikut membantu menyukseskan kegiatan tersebut, juga dengan menambah preferensi bagi peserta yang hadir, berupa contoh nuansa kehidupan keagamaan sehari-hari di sini (Manado dan Sulawesi Utara secara umum) yang agamis, harmonis, rukun dan damai," ungkap Anwar.

Tentu ajang ini penting bagi kita, karena dengan kedatangan para tokoh agama Indonesia dan termasuk dari luar negeri itu, mereka pasti akan memotret bagaimana suasana kehidupan umat beragama di Sulawesi Utara untuk kemudian bisa mereka adopsi untuk diterapkan di daerah mereka masing-masing.

"Tentu ini adalah ajang bergengsi untuk provinsi kita dan penting untuk di sadari bahwa, ini adalah gengsinya kita, gengsinya Provinsi Sulawesi Utara, termasuk gengsinya para Penyuluh Agama," tutur Abubakar.

Di penghujung arahannya, orang nomor satu di jajaran Kanwil Kemenag Sulut ini tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua yang hadir karena selalu memberikan pencerahan, pembinaan dan pelayanan kepada umat di tempat dan di wilayah kita masing masing.

"Ini modal dasar terciptanya suasana yang aman, nyaman dan kondusif dan terus terjaga di Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara. Itu patut kita syukuri, apapun situasi dan kondisi kita," tutup suami Rismayanti itu.

Hadir dan mendampingi Kakanwil, Kabid Urusan Agama Kristen Pdt. Jenny Sampouw serta beberapa tokoh agama seperti Pdt. Djois Pangau-Liow, Yeane Surentu dan Julia Warbung.

Penulis: ies

Editor: ies


Baca Juga