Rismayanti Kukuhkan Pengurus Dharma Wanita Kemenag Minahasa

Kamis, 03 Juni 2021. 98 x dibaca

Tondano --- Jadilah istri ASN yang dapat menopang dan memotivasi suami agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Demikian arahan Ketua Dharwa Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sulut Hj. Rismayanti saat mengukuhkan pengurus DWP Kementerian Agama Kabupaten Minahasa hari ini, Kamis, (3/6).

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP ini menghimbau para anggotanya untuk ikut serta membantu suami menopang perekonomian keluarga, apalagi dalam suasana pandemi seperti sekarang.

"Ibu-ibu bisalah membantu suami mendapatkan penghasilan tambahan, untuk menopang keluarga," ucapnya.

Dalam konteks pelaksanaan tugas suami dikantor, marilah kita ikut membantu mensosialisasikan program prioritas Menteri Agama tentang moderasi beragama. Hal ini bisa diterapkan dari lingkungan keluarga kita, kepada anak-anak, tetangga hingga masyarakat sekitar.

"Mari kita bantu sosialisasikan moderasi beragama, agar tercipta kehidupan yang harmoni untuk seluruh umat manusia," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, istri Kakanwil Kemenag Sulut H. Anwar Abubakar ini mengingatkan para ibu untuk selalu berpenampilan menarik, namun tetap sederhana dan bersahaja dan yang terpenting berakhlak mulia.

"Sambutlah suami kita dengan senyuman, ciptakan situasi rumah yang harmonis agar suami kita betah serta jadilah teman curhat yang menyenangkan," ajaknya sambil tersenyum.

"Bijaklah dalam bersosial media, dengan tidak mengumbar masalah keluarga di media sosial hingga menyebabkan suami harus menjelaskan masalah kita itu kepada wanita lain," tambahnya.

Kakanwil Kemenag Sulut H. Anwar Abubakar dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus dan anggoata Dharma Wanita untuk ikut membantu mensukseskan enam program pokok Menteri Agama.

"Dari enam itu, satu saja yang menjadi penekanan saya, yakni moderasi beragama," tutur Kakanwil.

Ini menjadi penting, karena moderasi beragama ini perlu kita sosialisasikan pada keluarga, anak-anak kita, sanak saudara bahkan lingkungan di sekitar kita, agar cara pandang terhadap ajaran-ajaran agama tidak ekstrim dan radikal, tidak kiri atau kanan tetapi ada ditengah-tengah.

"Moderasi beragama adalah cara pandang atau sikap kita dalam memaknai ajaran-ajaran agama," tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kakankemenag Minahasa Sonya Mongkau, Kabid Urusan Kristen Jenny Sampouw, Kasubbag Ummas Hartono Bawenti dan Kasubbag KUB Santi Kalangi.

Penulis: ies

Editor: ies


Baca Juga
Array