Safar adalah Bulan Bahagia dan Kemenangan

Jumat, 03 November. 21,728 x dibaca

Molibagu - Telah menjadi kepercayaan keliru oleh sebagian umat bahwa Safar adalah bulan sial atau bulan bencana. Padahal, mitos bahwa bulan Safar sebagai bulan sial ini sebenarnya sudah dibantah oleh Rasulullah Muhammad saw yang menyatakan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial. Itulah pesan khotbah yang disampaikan khatib Hi. Muhammad Saleh Kahimpong pada sholat Jumat (3/11) di mushalla An-Namira Kementerian Agama Bolsel.

Sesuai hadis dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah Saw bersabda, tidak ada penyakit menular (yang berlaku tanpa izin Allah), tidak ada buruk sangka pada sesuatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu, dan tidak ada bala (bencana) pada bulan Safar (seperti yang dipercayai). Emapt peristiwa penting bulan Safar yang wajib kita kenang adalah Pertama, peristiwa pernikahan Rasulullah Saw dengan Khadijah binti Khuwailid. Kedua, kemenangan kaum Muslimin atas pasukan Hiraklius dalam perang Haibar. Ketiga, pengangkatan Usamah bin Zaid sebagai panglima perang termuda berumur 20 tahun. Keempat, penaklukan negeri Persia dizaman khalifah Umar bin Khattab pada tahun 16 Hijriyah.

Oleh karena itu, pada sholat Jumat di pertengahan bulan Safar ini Kahimpong yang juga adalah Staf Khusus Bupati Bolsel bidang Keagamaan meminta agar umat Islam menghilangkan mitos sial bulan Safar. Bulan Safar adalah bulan bahagia dan bulan kemenangan, tutur Kahimpong. Jamaah jumat yang terdiri dari ASN Pemda Bolsel dan Kementerian Agama Bolsel nampak khusuk mendengarkan khotbah. Di shaf terdepan nampak Bupati Bolsel H. Herson Mayulu, SIP, Wakil Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, S.Pt, Wakil Ketua DPRD Bolsel Abdul Razak Bunsal, SE Kepala Kantor Kementerian Agama Bolsel Drs. H. Suhada Mokoagow. (tJa)


Baca Juga
Array