Kamis, 6 Desember 2012, 12:09 –
Pernyataan Konferensi Waligereja Indonesia Tentang Pancasila

Kongres Tokoh Agama IV Tahun 2012 yang diprakarsai oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, 5-7 Desember 2012 memasuki hari kedua membahas Etika Berbangsa dan Bernegara Dalam Perspektif masing-masing agama.

Dari Katolik mengemukakan bahwa dari Nota Pastoral Konferensi Wali Gereja Indonesia November 2003, disampaikan beberapa prinsip yaitu:

1. Hormat terhadap martabat manusia. Karena manusia diciptakan menurut citra Allah maka martabat manusia harus dihargai sepenuhnya tak boleh diperalat dengan tujuan apapun;2. Kebebasan. Bebas dari segala bentuk ektidak adilan dan bebas untuk mengembangkan diri secara penuh.3. Keadilan. 4. Solidaritas dan 5. Subsidiaritas yaitu menghargai kemampuan setiap manusia, baik pribadi maupun kelompok.

Ajaran Konsili Vatikan II yang bisa dibaca dalam Konstitusi Pastoral tentang Gereja di dunia dewasa ini adalah berdasarkan tugas maupun wewenangnya, gereja sama sekali tidak dapat diampuradukkan dengan negara dan tidak terikat pada sistem politik manapun juga. Negara dan Gereja bersifat otonom dan tidak saling tergantung walaupun melayani orang-orang yang sama.

Gereja Katolik mengakui otonomi setiap negara di bidang hidup kemasyarakatan yang diselenggarakan demi kesejahteraan seluruh rakyat.

Pancasila yang merupakan dasar bangsa Indonesia dinilai dari ajaran Gereja Katolik sangat dijunjung tinggi dan diperjuangkan terus, karena nilai-nilai luhur didalamnya perlu dihayati dan diamalkan secara terbukan, dinamis dan kreatif dalam wawasan persatuan, kebersamaan dan kemanusiaan luhur Bangsa Indonesia. (ch)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.093564 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 997502
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.