Rabu, 27 Juni 2012
HARTA YANG WAJIB ZAKAT DAN KADARNYA

HARTA YANG WAJIB ZAKAT DAN KADARNYAOleh : Suratno, S.Ag., MAP.Ketua BAZNAS Kab. Kepl. SITARO

Dalam menentukan yang dikenakan wajib zakat ini, ada empat hal yang harus diperhatikan, yaitu:a. jenis-jenis harta yang dikenakan zakat (yang wajib dikeluarkan zakatnya);b. besarnya jumlah harta benda yang dikenakan zakat tiap-tiap jenis tersebut (nishab);c. besarnya pungutan yang dikenakan atas tiap jenisnya;d. waktu-waktu pemungutan zakat (haul dan sebagainya);

Mengenai jenis harta yang wajib dikenakan zakat, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada beberapa kalangan yang berpendapat sempit. Salah satunya adalah Ibnu hazm yang membatasi pengertian kekayaan yang wajib dizakati pada delapan hal yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu, unta sapi, kambing, gandum, sorgum, kurma, emas dan perak. Sedangkan untuk harta diluar delapan hal tersebut tidak wajib zakat.

Para ulama yang berpendapat luas memberikan batasan terhadap jenis harta yang wajib zakat sesuai perkembangan zaman, jadi tidak hanya terbatas pada delapan hal tersebut diatas. Para ulama ini berpegang pada beberapa hal, diantaranya :

1. Dalil-dalil Al Qur`an dan hadist yang menyatakan bahwa pada setiap harta yang berkembang terdapat hak atau sedekah atau zakat. Sebagaimana dalam QS. AL Ma`arij : yang artinya: ‘Orang-orang yang dalam harta mereka terdapat hak yang ditentukan.’Dan pada sabda Nabi Muhammad SAW, yaitu : ‘Berikanlah zakat hartamu’

Dari beberapa dalil tersebut di atas dapat diketahui bahwa pada setiap harta terdapat hak Allah berupa zakat dan sedekah. Pada dalil-dalil tersebut tidak terdapat ketentuan ataupun batasan jenis harta yang wajib zakat. Kalaupun Nabi Muhammad SAW hanya mewajibkan zakat pada delapan jenis harta saja, karena pada masa itu delapan jenis harta tersebut yang lazim dimiliki oleh masyarakat Arab

2. Sesungguhnya setiap orang kaya membutuhkan kesucian dan kebersihan hartanya dari kotoran sifat bakhil dan egoistis, yaitu dengan berzakat. Sebagaimana firman Allah dalam QS. At Taubah : 103, yang artinya : ‘Ambillah sedekah (zakat) dari sebagaian harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka dengannya.’

3. Setiap harta butuh disucikan, karena syubhat20 yang sering melekat pada waktu mendapatkannya atau mengembangkannya. Penyucian harta tersebut adalah dengan mengeluarkan zakat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yaitu : ‘Sesungguhnya Allah mewajibkan zakat untuk kesucian harta.’(HR.Bukhari)

4. Sesungguhnya zakat disyariatkan untuk menutup kebutuhan fakir miskin, orang yang berhutang, ibnu sabil, dan untuk menegakkan kemaslahatan umum bagi umat islam.5. Qiyas menurut jumhur ulama merupakan salah satu unsur pokok dalam syari`ah Islam. Sehingga dapat digunakan menetapkan hokum yang mewajibkan zakat pada harta. Apabila zakat tidak termasuk dalam ibadah mahdhah, tetapi termasuk dalam sebagian tatanan harta 20 Samar-samar, yaitu perkara yang tidak jelas hukumnya apakah halal atau haram (N.A. dan sosial dalam Islam. Memasukkan qiyas dalam hal zakat sebenarnya telah dikenal sejak masa para sahabat. Salah satu contohnya adalah Umar Ra, yang memerintahkan untuk memungut zakat atas kuda pada masa Nabi bukan merupakan harta yang wajib dizakati. Perintah ini dikeluarkan setelah diketahui bahwa kuda mempunyai nilai harga yang tinggi. Mengenai harta kekayaan yang wajib dikenai zakatnya ada dua macam. Yang pertama adalah kekayaan terbuka (amwaal zhahiriah) yakni tidak dapat ditutup-tutupi misalnya hasil pertanian seperti segala macam tanaman dan buah-buahan serta berbagai jenis ternak. Sedangkan yang kedua adalah kekayaan tertutup (amwaal bathiniah) yakni tidak mudah diketahui dengan begitu saja dan kemungkinan besar dapat dimanipulasi. Contohnya adalah emas, perak, mata uang, usaha perdagangan dan industri.

Jenis-jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya dan besar kadar masing-masing harta tersebut adalah sebagai berikut :

1. Emas dan PerakDasar hukum wajib zakat bagi harta yang berupa emas dan perak terdapat dalam QS At Taubah 34-35, yang artinya : ‘‘Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih) pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam nereka jahanam, lalu dibakar dengan dahi mereka, lambung dan pinggang mereka (lalu dikatakan kepada mereka), Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’’22

Nishab untuk emas adalah 20 dinar, yaitu senilai dengan 85 gram emas murni. Sedangkan untuk perak adalah 200 dirham, yaitu senilai 672 gram perak. Artinya adalah apabila seseorang telah memiliki emas senilai 20 dinar atau perak 200 dirham dan sudah mencapai satu tahun, maka telah terkena wajib zakat sebesar 2,5 %. Untuk emas dan perak simpanan yang masing-masing kurang dari senishab, tidak perlu dikumpulkan menjadi satu agar senishab yang kemudian dikeluarkan zakatnya. Misalnya, seseorang yang memiliki simpanan emas sebesar 10 dinar dan perak 100 dirham maka keduanya tidak dikenakan zakat.23

Untuk segala macam jenis harta lain yang merupakan harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam emas dan perak, seperti uang, tabungan, cek, saham, surat berharga dan lain-lain, maka nishab dan zakatnya sama dengan ketentuan emas dan perak. Jika seseorang memiliki bermacam-macam harta dan jumlahnya lebih besar atau sama dengan nishab emas dan perak maka telah terkena wajib zakat sebesar 2,5 %.

2. Harta DaganganDasar hukum wajib zakat terhadap barang dagangan adalah pada QS Al Baqoroh : 267, yang artinya : ‘’Hai orang-orang beriman nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagaian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.’’ Dari ayat tersebut di atas menunjukan bahwa untuk barang dagangan termasuk dalam harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Sedangkan yang dimaksud dengan barang dagangan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dan lain-lain.

Nishab barang dagangan adalah setara dengan nishab emas yaitu sebesar 20 dinar (85 gram emas murni) dan sudah berjalan satu tahun. Caranya adalah setelah perdagangan berjalan satu tahun, uang kontan yang ada ditaksir kemudian jumlah yang didapat dikeluarkan zakat sebesar 2,5%.25

3. Hasil PertanianDasar hukum wajib zakat untuk hasil pertanian adalah firman Allah dalam QS. Al An’am :141, yang berbuyi : ‘’Allah yang telah menjadikan kebun-kebun yang merambat dan tidak merambat, dan (menumbuhkan) pohon kurma dan tanaman-tanaman yang berbeda-beda rasanya, dan (menumbuhkan) pohon zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Makanlah dari sebagian buahnya apabila telah berbuah. Dan berikanlah haknya (zakatnya) pada hari memetiknya,’’26

Nishab harta pertanian adalah sebesar 5 wasaq atau setara dengan 750 kg. Untuk hasil bumi yang berupa makanan pokok, seperti beras, jagung, gandum, dan lain-lain sebesar 750 kg dari hasil pertanian tersebut. Sedangkan untuk hasil pertanian selain makanan pokok, seperti sayur mayur, buah-buahan bunga, dan lain-lain, maka nishabnya disetarakan dengan harga nishab makanan pokok yang paling umum di daerah tersebut. Untuk hasil pertanian ini tidak ada haul, sehingga wajib dikeluarkan zakatnya setiap kali panen. Kadar zakat yang dikeluarkan untuk hasil pertanian yang diairi dengan air sungai, air hujan atau mata air adalah sebesar 10%. Sedangkan apabila pengairannya memerlukan biaya tambahan, misalnya dengan disiram atau irigasi maka kadar zakatnya adalah 5%.

4. Binatang TernakPada binatang ternak, nishab dan besarnya kadar zakat yang wajib dikeluarkan adalah berbeda-beda untuk setiap jenis binatang. Binatang yang lazim dikenakan zakat di Indonesia adalah, sapi, kerbau, kambing. Sedangkan untuk binatang jenis unggas, seperti ayam, itik, burung, dan sebagainya tidak dikenakan zakat kecuali jika dijadikan dagangan atau usaha peternakan. Dibawah ini, adalah besarnya kadar zakat untuk setiap jenis binatang antara lain :

a. SapiNishab sapi disetarakan dengan kerbau dan kuda, yaitu 30 ekor. Maksudnya adalah apabila seseorang telah memiliki 30 ekor sapi atau kerbau atau kuda maka orang tersebut telah wajib zakat. Hadist yang menunjukan disyari`atkannya zakat bagi sapi adalah hadist yang diriwayatkan oleh At Tarmdzidan Abu Dawud dari Mu’adz bin Jabbal Ra, yaitu : ‘’Dari Mu’adz bin Jabbal, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah mengutusnya ke Yaman,l maka beliau memerintahkan mengambil zakat, dari tiap-tiap puluh ekor sapi yang berumur satu tahun jantan atau betina (tabi’atau tabi’ah). Dari tiap-tiap empat puluh ekor sapi zakatnya seekor sapi, zakatnya seekor sapi berumur dua tahun betina (mussinah)’’

Pada tabel berikut dapat dilihat lebih jelas lagi mengenai nishab dan besarnya kadar zakat sapi.Jumlah ternak Zakat

30-39 ekor 1 ekor sapi jantan/betina tabi’40-49 ekor 1 ekor sapi betina mussinah60-69 ekor 2 ekor sapi tabi’70-79 ekor 2 ekor sapi mussinah dan 1ekor tabi’80-89 ekor 2 ekor sapi mussinah

keterangan :Tabi’ : sapi berumur satu tahun, masuk tahun keduaMussinah : sapi berumur dua tahun, masuk tahun ketigaApabila lebih dari jumlah tersebut diatas maka setiap 30 ekor sapizakatnya seekor anak sapi berumur 1 tahun, dan setiap 40 ekorsapi zakatnya seekor anak sapi berumur 2 tahun.29

b. KambingUntuk kambing / domba, maka nishabnya adalah 40 ekor. Artinya adalah apabila seseorang telah memiliki 40 ekor kambing / domba maka orang tersebut telah terkena wajib zakat. Sesuai dengan hadist riwayat Bukhari dari Anas, yang menyebutkan : ‘’Tentang zakat kambing pada kambing yang mencari makan sendiri (saa’imah), apabila ada empat puluh sampai seratus dua puluh kambing, (maka zakatnya) satu kambing, Maka apabila lebih dari seratus dua puluh sampai dua ratus, (maka zakatnya) dua ekor kambing. Maka apabila lebih dari dua ratus sampai tiga ratus, maka zakat padanya adalah tiga ekor kambing. Maka apabila lebih dari tiga ratus (kambing), maka pada tiap-tiap seratus kambing (zakatnya) seekor kambing. Maka apabila kambing saa’imah (yang mencari makan sendiri) milik seseorang itu kurang dari empat puluh kambing, maka tidak ada padanya itu zakat.’’30

Agar lebih mudah dipahami maka dapat dilihat pada table tersebut dibawah ini :Jumlah ternak zakat40-120 ekor 1ekor kambing (2 th) atau domba (1th)121-200 ekor 2 ekor kambing /domba201-300 ekor 3 ekor kambing / domba301 ke atas setiap bertambah 100 ekor zakatnyabertambah 1 ekor

c. UnggasNishab untuk binatang unggas ini berbeda dengan sapi atau kambing. Unggas yang terkena wajib zakat terbatas pada unggas yang diusahakan, misalnya peternakan. Nishabnya bukan berdasarkan jumlah melainkan disetarakan dengan nishab emas yaitu sebesar 20 dinar atau sama dengan 85 gram emas murni. Artinya adalah apabila seseorang beternak unggas dan pada akhir tahun telah mencapai nishab tersebut maka dikenai wajib zakat sebesar 2,5 % .

5. RikazRikaz atau harta karun adalah semua harta yang ditemukan oleh seseorang dari dalam tanah atau pada tempat tertentu yang merupakan peninggalan dari orang-orang terdahulu. Apabila seorang muslim menemukan harta rikaz tersebut maka ia terkena wajib zakat sebesar seperlima dari jumlah harta yang ditemukan tersebut. Pada harta rikaz ini tidak ada ketentual haul. Dasar hukum yang mewajibkan harta rikaz untuk dikenai zakat adalah hadist sebagai berikut : ‘’Dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari datuknya, bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda tentang simpanan yang didapati oleh seseorang pada suatu desa yang dihuni orang: Jika engkau dapatkanya pada suatu desa yang didiami orang maka umumkan ia. Dan jika engkau dapatkan pada suatu desa yang tidak dihuni orang, maka padanya dan pada rikaz itu seperlima,’’(HR. Ibnu Majah dengan sanad yang hasan).

6. Ma’adin dan kekayaan lautHarta ma’din adalah benda-benda yang terdapat dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis, misalnya, emas, perak, timah, batu bara, minyak bumi, batu-batuan serta hasil tambang lainnya. Sedangkan kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksplotasi manusia dari dasar laut, misalnya mutiara, ambar, dan lainlainnya. Untuk kedua jenis harta ini, nishabnya adalah sebesar 20 dinar emas murni atau 85 gram emas murni dan kadarnya adalah sebesar 2,5 % tanpa perlu mencapai haul.

7. Hasil ProfesiZakat hasil profesi merupakan zakat yang dikeluarkan dari hasil usaha orang-orang muslim yang memiliki keahlian dibidangnya masing-masing. Seperti, dokter, pengacara, dan berbagai profesi lainnya.33 Mengenai zakat terhadap hasil profesi, terdapat perbedaan pendapat antara para ulama. Karena memang tidak ada dalil khusus yang mewajibkan harta hasil profesi untuk dikenai zakat. Sedangkan para ulama yang berpendapat bahwa harta hasil profesi wajib zakat, berpegang pada firman Allah yang terdapat pada QS. Al Baqoroh :267, yang berbunyi : ’wahai orang-orang beriman, infaqkanlah (zakat) sebagaian dari hasil usahamu yang baik-baik.’’

Apabila dilihat dari ayat diatas maka hasil profesi dapat dimasukkan sebagai harta yang wajib zakat. Para ulama yang cenderung memasukkan harta hasil profesi sebagai harta yang wajib zakat, memberikan gambaran perbandingan antara hasil yang diperoleh oleh seorang petani dengan hasil yang diperoleh oleh seorang pegawai. Saat ini dapat diketahui bahwa penghasilan seorang pegawai dapat lebih besar dari hasil seorang petani. Oleh karena itu, akan sangat sulit dimengerti apabila uantuk seorang petani dikenai zakat sedangkan seorang pegawai tidak dikenakan zakatnya.

Yang menjadi permasalahanya adalah berapa nishab untuk zakat hasil profesi ini karena tidak ditemukan dalil khusus yang mengaturnya. Para ulama menyamakan harta hasil profesi ini dengan harta simpanan, sehingga nishab bagi harta hasil profesi ini disamakan dengan nishab emas atau nishab uang. Yaitu, sebesar 20 dinar atau 85 gram emas murni dan kadar yang harus dikeluarkan sebesar 2,5%, yang dikeluarkan setiap tahun.

8. Saham dan ObligasiSaham adalah hak pemilikan tertentu atas kekayaan satu Perseroan Terbatas atau atas penunjukan atas saham tersebut. Sedangkan obligasi adalah perjanjian tertulis dari bank, perusahaan, atau pemerintah kepada seseorang (pembawanya) untuk melunasi sejumlah pinjaman dalam masa tertentu dan dengan bunga tertentu pula.34 Pada hakekatnya saham dan obligasi termasuk bentuk penyimpanan harta yang mempunyai potensi untuk berkembang. Sehingga dapat dikategorikan sebagai harta yang wajib dizakati, apabila telah mencapai nishabnya. Kadarnya adalah 2,5 % dari nilai kumulatif riil bukan nilai nominal yang tertulis pada saham atau obligasi tersebut, dan zakat dibayarkan setiap tahun.

9. Undian atau Kuis BerhadiahHarta yang diperoleh dari hasil undian dan kuis berhadiah diidentikan dengan harta hasil temuan (rikaz ). Oleh karena itu, kadar zakat yang harus dikeluarkan adalah sebesar 20% dari harta yang diperoleh, tanpa syarat haul.

Daftar Pustaka

Ali Yafie, Menggagas Fiqh Sosial, (Bandung : Mizan, 1994),

Yusuf Qardawi, Kiat Sukses Mengelola Zakat, Terjemahan Asmuni Solihan Zamakhayari, (Jakarta : Media Dakwah, 1997)

Baiquni dkk, Kamus Istilah Agama Islam Lengkap, (Surabaya : Indah, 1996))\

Departemen Agama, Qur’an dan Terjemahannya, (Semarang : CV. Al Waad, 1989)

Yusuf Qardhawi, Hukum Zakat, (Bogor : Litera Antar Nusa, 1999)

Pedoman Zakat, Artikel Majalah Suara Hidayatullah, Edisi Khusus 07/XIV/November 2001

Ensiklopedi Islam : Terbitan PT. Ichtiar Baru Van Hoeve Jakarta, Cetakan ke II : 1994, juz 5,

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.058346 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 857403
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.