Kanwil Kemenag Sulut Aplikasi
Rabu, 21 Agustus 2019

Pemprov Sulut Gelar Kampanye Stop Perkawinan Anak

14 August 2019


MANADO---Untuk meminimalisir dan mencegah tingginya kasus perkawinan anak di Sulawesi Utara, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sulut menggelar Kampanye Stop Perkawinan Anak, Rabu ,14 Agustus 2019 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut dan diikuti oleh kurang lebih 400 peserta yang terdiri dari siswa SMA dan SMP sederajat, Forum Anak Daerah Sulut, Camat, Lurah, PKK, Lembaga Pemerhati Anak, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan instansi terkait termasuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara yang mengutus ASN Masda Mohamad dan Nurham.

Kegiatan dibuka oleh Gubernur Sulut yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara Ir. Mieke Pangkong, M.Si.

Dalam sambutan Gubernur disampaikan bahwa kasus perkawinan anak di Sulawesi Utara berdasarkan hasil penelitian dari BPS, perkawinan anak di Sulawesi Utara sudah menunjukan angka tertinggi, peringkat 21 dari 34 provinsi di Indonesia. Oleh karena itu untuk mencegah perkawinan anak penting mengadakan kampanye stop perkawinan anak untuk memberikan pemahaman tentang bahaya perkawinan anak.

Dalam kegiatan yang sama, Asisten Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA Dr. Nurika menyampaikan sambutan terkait kampanye stop pernikahan anak. Nurika menjelaskan tentang dampak perkawinan anak.

Dijelaskan bahwa banyak faktor yang menyebabkan pernikahan anak seperti faktor ekonomi maupun faktor budaya di suatu daerah, padahal perkawinan bagi pihak perempuan usia 10-14 tahun memiliki resiko lima kali lebih besar untuk meninggal dalam kasus kehamilan dan persalinan dibandingkan usia 20-24 tahun, dan secara global kematian yang disebabkan kehamilan terjadi pada anak perempuan usia 15-19 tahun.

Dampak buruk lainnya dari pernikahan anak adalah kesehatan bayi, ancaman kanker serviks, kanker payudara, ketidaksiapan mental dalam membangun keluarga, terjadinya KDRT, kemiskinan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia. 

"Masalah perkawinan  anak adalah tanggung jawab bersama terutama keluarga, bukan hanya tanggung jawab pemerintah sebab banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari perkawinan usia anak," ujar Nurika.

Kampanye diisi dengan talkshow yang nenghadirkan nara sumber Dr. Rattu serta diselingi dengan kuis-kuis berhadiah. (masda)


Aplikasi